Sikapi Kasus Intan Jaya, Pemuda – Pemudi Kristen Merauke Gelar Aksi Doa

0
Aksi doa bersama GMKI, GAMKI dan Pemuda denominasi gereja atas penembakan di Intan Jaya (1)

Aksi doa bersama GMKI, GAMKI dan Pemuda denominasi gereja atas penembakan di Intan Jaya. Foto: PSP/ERS

Merauke, PSP – Perkumpulan Pemuda Denominasi gereja Kabupaten Merauke, menggelar aksi doa bersama atas peristiwa penembakan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani yang tewas di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, beberapa waktu lalu, di Libra, Selasa, 29/9/2020.

Aksi doa bersama yang di inisiai oleh GMKI Merauke dan GAMKI Merauke ini, juga dihadiri oleh pemuda baik dari gereja maupun ikatan mahasiswa. Baik mahasiswa Kei, Yahukimo, Yalimo dan Kompel PP GPI.

Mereka juga menyerukan Cinta Damai, Merauke Damai, Papua Damai dan Indonesia Damai melalui penandatanganan

Ketua GMKI Kabupaten Merauke, Elsye Titihalawa mengatakan aksi doa bersama itu sebagai bentuk rasa dukacita atas meninggalnya Pendeta Yeremia Zanambani yang ditembak oleh oknum yang belum diketahui.

Atas dasar itu juga, para pemuda kristen di Merauke meminta pihak aparat penegak hukum mengusut tuntas peristiwa yang menimpa Pendeta Yeremia Zanambani.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya bapak pendeta. Kami meminta Presiden menindak dengan tegas oknum sebenarnya pelaku penembakan itu. Karena informasi yang beredar belum ada kejelasan,” tegas Elsye.

Elsye juga mengatakan, Komnas HAM dan Persatuan Gereja Indonesia (PGI) membentuk tim investigasi.

“Kami harap ini korban terakhir di Tanah Papua. Kami minta penegak hukum, Komnas HAM kemudian PGI harus membentuk tim investigasi. PGI memang sudah mengeluarkan pernyataan sikap tapi kami GMKI menilai perlu adanya tim investigasi dari PGI,” tegasnya. Ditambahkan Elsye, nantinya pernyataan sikap dalam aksi doa bersama itu akan dikirimkan ke GMKI Pusat untuk sedianya dapat ditindaklanjuti. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *