Beredar Informasi, Korban Laka Sempat Mendapat Kekerasan dari Petugas Sebelum Meninggal

0
Kapolres didampingi Kasubag Humas dan Kasat Lantas memberikan keterangan Pers, kemarin.

Kapolres didampingi Kasubag Humas dan Kasat Lantas memberikan keterangan Pers, kemarin.Foto: PSP/FHS

Kapolres :  Kita harus bisa membuktikan secara jelas

Merauke, PSP –  Polres Merauke tengah mendalami informasi yang beredar di kalangan masyarakat maupun media sosial (medsos), terkait seorang korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Sermayam, tepatnya di depan Pospol, Sabtu (19/9), malam, yang diduga sempat mendapat tindakan kekerasan dari petugas, sebelum maut memanggilnya. Korban sendiri diketahui bernama Michael.

Kapolres Merauke, AKBP Ary Purwanto,S.IK, didampingi Kasubag Humas dan Kasat Lantas, mengemukakan, petugas dari Propam sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang ada, termasuk anggota yang ada di TKP, saat kejadian. Saat ini juga, dilakukan visum ulang terhadap korban di RSUD, sesuai permintaan keluarga. Hal ini, supaya ada kejelasan, apakah ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Terkait dengan informasi kekerasan itu, sudah kita tampung, dari pihak keluarga. Ini tugas kita menindaklanjutinya. Kita harus bisa membuktikan secara jelas, siapa yang melihat dan siapa yang melakukan. Apabila ada tindakan anggota kita yang tidak sesuai prosedural, akan diproses,” tegas Kapolres, di ruang data Mapolres, Senin (21/9).

Berdasarkan informasi sementara, kata Kapolres, atas olah TKP dan pemeriksaan sementara terhadap anggota yang bertugas di Pospol tersebut, korban berboncengan dengan menumpangi sepeda motor dan melaju dengan kecepatan tinggi. Setibanya di TKP, sepeda motor yang mereka tumpangi oleng dan menabrak dua sepeda motor yang berada di depannya, secara beruntun. Setelah kejadian,  karena TKP nya di depan Pospol, korban dibawa ke Puskesmas pembantu Sermayam, untuk mendapat penanganan. Saat itu sudah malam, petugas medis hanya satu orang dan masyarakat sudah banyak.  Oleh petugas medis, agar sementara korban diamankan di Pospol.

“Sekira pukul 24.00 Wit, korban dibawa ke Polsek Tanah Miring. Kesokan harinya, sekitar pukul 04.00 Wit, yang bersangkutan muntah-muntah dan dilarikan ke Puskesmas Tanah Miring. Pukul 06.30 Wit, korban meninggal dunia,” beber Kapolres. Atas informasi yang berkembang itu, Kapolres sendiri sudah bertemu dengan pihak keluarga, yang dipasilitasi oleh Pastor Anselmus Amo maupun tokoh masyarakat, Jhon Gluba Gebze. Pihak keluarga, meminta agar anggota di Pospol agar ditarik dan sudah dipenuhi. Kemudian, biaya pemakaman, keperluan untuk ibadah peringatan 7 hari dan 40 hari bagi korban, dibantu Polres Merauke.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *