Minyak Tanah Langka, Gas Elpiji Laris Manis
Kenaikan pelangan gas elpiji. Foto: PSP/WEND
Merauke, PSP – Sejak minyak tanah mulai mengalami kelangkaan, permintaan akan tabung gas elipiji mulai mengalami peningkatan. Kondisi ini menunjukan adanya masyarakat yang mulai beranjak dari menggunakan minyak tanah kemudian beralih menggunakan gas elpiji.
Divisi Penjualan, Agen LPG Non Subsidi PT. Tunas Digul Indah Permai, Yanti menyebutkan bahwa setidaknya sejak minyak tanah mulai langka, ada kenaikan pengguna LPG sebesar 10 persen.
“Peningkatan ada, bersamaan dengan langkanya minyak tanah, sekitar 10 persen,” kata Yanti kepada Papua Selatan Pos di kantornya, Senin (21/9/2020).
Setidaknya, jumlah total tabung gas baik yang 15 maupun 5,5 kg, di agennya tersedia ribuan tabung, dengan estimasi setiap bulannya ratusan tabung terjual. “Keseluruhannya lebih dari 3 ribu tabung, perbulan penjualan sekitar 200 an,” sebutnya.
Sementara itu, Salesmen LPG PT. Tunas Digul Indah Permai, Putra menyebutkan bahwa meski terjadi peningkatan permintaan gas LPG, namun pihaknya tidak melakukan kenaikan harga.
“Harganya sama saja, kalau yang 12 Kg pembelian barunya 595 ribu dan isi ulangnya 265 ribu. Untuk yang 5,5 kg, pembelian baru harganya 403 ribu dan untuk isi ulang sekitar 122 ribu,” sebut Putra.
Putra menambahkan, bahwa tabung gas LPG jika dibandingkan pada sisi penggunannya lebih praktis dan cepat. “Pemasangan lebih praktis dan lebih mudah untuk dipake. Kita cuma pasang ke kompor, selang, regulator, dan langsung menyala. Jadi simple dan lebih cepat,” ungkapnya. Selain itu, putra menegasnya bahwa sebenarnya tabung gas sangat aman digunakan. Menurutnya, kuncinya adalah menggunakan peralatan yang ber Standar Nasional Indonesia. “Kalau untuk pemasangan pertama kita cari kompor yang SNI, kemudian regulator juga yang SNI,” tandasnya. [WEND-NAL]
