BUMD Siap Pasarkan Berbagai Komoditas Unggulan Merauke
Vinsensius Yondesawo
Merauke, PSP – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Merauke siap membantu memasarkan berbagi komoditas unggulan dari kabupaten Merauke. Beberapa diantaranya adalah, hasil pertanian, perikanan, dan peternakan.
Direktur BUMD Merauke, Vinsensius Yondesawo menjelaskan, pada sektor perikanan, pihaknya telah membuat kesepakatan bersama PT Perindo untuk kemudian bisa membuka pasar pada sektor perikanan dari masyarakat Merauke.
“Langkah yang sudah kami lakukan setelah penanda tangganan dengan PT Perikanan Indonesia (Perindo), kemudian kami Persiapan kapal yang Perindo perbantukan kepada BUMD untuk pengelolaannya. Kami sudah siap, tinggal tunggu perizinan yang sementara ini sedang kami lakukan lewat provinsi. Yang nanti akan kami fokuskan disektor perikanan adalah ikan gastor, mujair dan lainnya,” kata Vinsensius kepada wartawan di kantornya, Jumat (18/9/2020).
Selanjutnya, pada sektor pertanian, pihaknya akan berupaya mencari pasar bagi penyerapan baras premium. Sedangkan dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menandatangani nota kesepahaman bersama PT Korindo untuk bekerjasama sama menjadi penyuplai beras selama 50 tahun.
“Pada sektor pertanian, sementara yang sedang kami siapkan adalah pasar pembelian beras premium. Selain itu, dalam waktu dekat, kami juga kan MOU dengan PT Korindo untuk beras. Mudah-mudahan bisa berjalan 50 tahun,” ungkapnya.
Sedangkan pada sektor pertanian, pihaknya sedang berkordinasi dengan dinas peternakan. Ia harapakan dalam waktu dekat kendala-kendala pada sektor peternakan bisa meneukan solusinya.
“Pada sektor peternakan, kami sudah pertemuan dengan Dinas Peternakan dan pemotong hewan. Kami sudah siap membantu untuk bagaimana proses kerja sama dengan mereka. Karena memang ada beberapa kendala dilapangan, itu yang nanti coba kami kordinasikan,” paparnya.
Lebih jelas, ia menegaskan akan membantu membuka dan mencari pasar baik didalam maupun diluar daerah untuk berbagai komoditas unggulan Merauke. Sehingga, mampu membangun ekonomi kemasyarakatan. “Pokoknya komoditi apa yang unggul disini kita akan bantu untuk keluar. Kami selalau berupaya untuk bisa membuka pasar, sehingga produksi bisa terserap. Target kita dalam 3 bulan ini ada sektor yang bisa terserap, baik sektor pertaian, perikanan, dan peternakan,” tandasnya. [WEND-NAL]
