Albertus Muyuen: Masih Banyak Masyarakat yang Tidak Tahu Apa itu Otsus
Albertus Muyuen
Merauke, PSP – Sekretaris Dewan Kehormatan Majelis Rakyat Papua, Albertus Muyuen menilai penggunaan dana otonomi khusus diatas kertas sudah baik. Namun, menurutnya realisasi dilapangan, masih banyak masyarakat yang mengeluh, dan tidak tahu apa itu dana otonomi khusus.
“Kalau dilihat dari atas kertas oke, dapat dipertangung jawabkan. Tapi kenyataan dimasyarakat menjadi keluhan. Kalau masih ada keluhan masyarakat, berarti ada yang tidak beres. Pertangungjawaban administrasini bagus, tapi efek yang diterima masyarakat dari hasil penggunaan dana tidak bisa dilihat,” kata Albert di Kantor Bupati, Kamis (17/9/2020).
Menurutnya, pemerintah daerah perlu menjelaskan dan mensosialisasikan secara langsung kepada masyarakat terkait pengunaan dana otonomi khusus. Pasalnya, masyarakat sebagian besar belum mengetahuai sejauh mana pemerintah dalam menggunakan anggaran otsus.
“Masyarakat memang harus dijelaskan, mereka (Pemerintah) bangun sesuatu bersumber dari mana, dana otonomi khusus kan, DAU, atau DAK. Sehingga masyarakat tau dari mana, karena sampai saat ini masyarakat merasa bahwa tidak tahu dana otonimi khusus,” tandasnya.
Ia juga mencontohkan, di kampung halamannya, sejak diberlalukannya otonomi khusus sampai dengan saat ini, belum ada pembangunan dan peningkatan kesejahteraan yang berarti.
“Kalau menurut saya, jangankan saya ngomong ditempat lain, ditempat saya saja tidak ada pembangunan apa-apa. Itu bisa dijelaskan, misalnya selama menjalankan otonomi khusus, berapa rumah masyarakat yang dibangun, kan ngak ada. Jadi saya merasa tidak efektif,” ungkapnya. Sementara itu, Albertus juga menegaskan, perlu adanya perjanjian apabila kebijakan otonomi khusus hendak dilanjutkan. “Kalau saya sendiri ya kalau mau dilanjutkan harus berdasarkan perjanjian. Secara menyeluruh kita harus pastikan, ok otonomi khusus boleh lanjut, tapi hal-hal yang harus diperjanjikan harus dilaksanakan,” pungkasnya [WEND-NAL]
