Pengaturan Alsintan di Merauke Harus Dimaksimalkan

0
Kadis Pertanian Provinsi Papua, Samuel Siriwa

Samuel Siriwa

Merauke, PSP – Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua, Samuel Siriwa menilai bahwa alat mesin pertanian (Alsintan) di Kabupaten Merauke sudah mencukupi. Menurutnya, persoalan diakibatkan oleh sistem pengaturannya pengunaan yang belum dimaksimalkan, sehingga terkesan kurang.

Samuel menambahkan, bahwa seyogianya Kabupaten Merauke sebagai pemilik 95 persen lahan pertanian padi, telah memliki pengelola dan pengendali distribusi pemanfaatan alsintan (Brigade). Dengan demikian, petani bisa memanfaatkan dengan sitim pinjam untuk meningkatkan hasil pertanian.

“Saya lihat pengaturnnya belum begitu baik, kalau dari segi jumlah, saya kira jumlahnya sudah mencukupi. Termasuk karena dia tidak ditangani baik oleh brigade, jadi kalau ada rusak, menjadi tertunda lama. Tetapi kalau nanti ditangai oleh brigade, pengunaannya dan pemeliharaannya oleh brigade,” ujarnya kepada Papua Selatan Pos, di kantor Bupati, Senin (8/9/2020).

Kemudian, dengan manajemen Brigade, sistem akan pengunaan alsintan akan seimbang. Tidak akan ada keberpihakan kepada sekolompok masyarakat yang memiliki modal lebih banyak. 

“Kalau semua alsintan, baik yang diperoleh dari pusat, provinsi, maupun secara mandiri di kabupaten, maka nanti pengaturannya akan baik sekali. Tidak terkesan akan dikuasai oleh satu kelompok tertentu saja, atau perorangan,” tambahnya.

Selain itu, menurut Samuel, petani lebih suka menggunakan jenis mesin panen (combine harvester) yang besar. Sedangkan sebenarnya ada tipe lain yang bisa digunakan.

“Kalau kita lihat combine di Merauke ini sebenarnya kan ada 3 tipe. Dari kecil, sedang, dan besar. Nah kecenderungan petani ini kan memang senang yang besar,” tambahnya.

Sementara itu, Samuel mengakui kurangnya alsinten jenis pengering padi di Merauke. Menurutnya, ia telah berupaya mengusulkan kepada pemerintah pusat agar memberi perhatian kepada petani Merauke dengan memberikan alat pengering (dryer). “Yang kurang sebenanrya adalah dryer, atau alat pengering. Kalau dari oleh tanah, tanam, sampai dengan panen, itu sudah cukup. Kita tetap mengusulkan, dan saya juga terus berteriak di pusat. Kalau pemda Merauke mampu, silahkan juga. Kami di provinsi juga sedang perjuangkan, terutama untuk dryer,” pungkasnya. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *