Masyarakat Diimbau Patuhi Garis Pembatas saat Antri Kendaraan di Trafict Laight
Marka jalan ala arena balap motor. Foto: PSP/WEND
Merauke, PSP – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke, Fransiskus Anggawan berharap agar masyarakat mentaati marka jalan yang dibuat mirip posisi start dalam arena balap motor. Pasalnya, marka jalan sengaja didisaign agar saat menunggu lampu merah, pengendara motor bisa antri dengan berjarak sesuai dengan yang telah diatur.
“Kita harapkan masyarakat juga jangan sampai tertib ketika ada petugas saja. Paling tidak, kita juga tertib mengikuti rambu-rambu pada saat petugas tidak ada. Karena itu penting untuk mengarahkan kita jangan sampai bedekatan saat menunggu lampu merah,” Kata Frans Kepada Papua Selatan Pos, di ruang kerjanya, Senin (31/8).
Sementara itu, ia juga mengakui, belum mensosialisasikan kepada masyarakat terkait fungsi marka jalan ini. Sehingga, beberapa masyarakat belum bisa tertib, bahkan dibeberapa lampu merah, kendaraan roda empat berhenti tepat diatas marka jalan.
“Pelan-pelan akan disosialisasikan. Sebanarnya bagi motor kan sudah diatur, seperti balap motor, agar jaga jarak untuk motor dan kemudian mobil dibelakang. Hanya kadang-kadang karena mobil sudah duluan masuk didepan, jadi motor tidak bisa tertib,” tambahnya. Selain itu, faktor kurang tertibnya pengendara juga disebabkan tidak adanya petugas yang menjaga dan mengawasi disetiap titik marka jalan. “Kalau pagi hari memang ada petugas, sehinga tertib. Tapi kalau petugas sudah tidak ada baru mulai tidak tertib lagi,” ujarnya. [WEND-NAL]
