Workshop Green Economy: FEB UNMUS Dorong Ekonomi Sirkular melalui Olahan Kulit Nanas di Kampung Angger Permegi

Kolaborasi Lintas Jurusan yang tergabung dalam Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Musamus melaksanakan Workshop Green Economy dengan tema “Olahan Kulit Nanas Berbasis Ekonomi Sirkular” di Kampung Angger Permegi Distrik Jagebob, Kabupaten Merauke.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi lokal secara lebih bernilai ekonomi sekaligus mengurangi limbah organik. Selama ini, buah nanas umumnya hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku selai untuk kue. Sementara itu, kulit nanas yang masih memiliki kandungan gula dan nutrisi sering kali dibuang begitu saja.
Melalui workshop ini, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan kulit nanas menjadi minuman fermentasi. Produk tersebut memiliki cita rasa manis, sedikit asam, dan menyegarkan, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai minuman olahan lokal yang bernilai jual. Kegiatan pengabdian ini terlaksana melalui pendanaan swadaya para dosen yang tergabung dalam tim pengabdian sebagai bentuk komitmen untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.
Tim dosen memberikan penjelasan mengenai konsep green economy dan ekonomi sirkular, yaitu pendekatan ekonomi yang mendorong pemanfaatan sumber daya secara efisien, memperpanjang nilai guna bahan, serta meminimalkan limbah. Dalam praktiknya, peserta diajak untuk membersihkan kulit nanas, melakukan proses pencampuran bahan, fermentasi, hingga memahami cara penyajian dan penyimpanan produk.
Ketua tim pengabdian (Esy Lewaherila, S.E.,M.Si), menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan membuat produk, tetapi juga membangun cara pandang masyarakat terhadap limbah.
“Bagian kulit dari buah nanas yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata masih dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, kulit nanas tidak lagi dipandang sebagai sampah, tetapi sebagai bahan baku yang berpotensi menambah nilai ekonomi keluarga,” ujarnya.
Peserta workshop tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktik. Selain memperoleh pengetahuan tentang pengolahan minuman fermentasi, masyarakat juga didorong untuk melihat peluang usaha rumahan berbasis hasil pertanian lokal. Ke depan, produk olahan kulit nanas dapat dikembangkan dengan memperhatikan standar kebersihan, kemasan sederhana, serta strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar lokal.
Melalui kegiatan pengabdian ini, FEB Universitas Musamus menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berbasis potensi kampung, inovasi, dan keberlanjutan lingkungan. Kolaborasi lintas jurusan diharapkan dapat memperkuat pendampingan masyarakat, khususnya dalam pengembangan usaha produktif yang ramah lingkungan di Distrik Jagebob.
