21 April 2024

Terkait Tim Merauke Peduli, Bupati Fredy : Pemerintah tidak menghalang-halangi niat baik warganya

0

Frederikus Gebze,SE,M.Si

Merauke, PSP – Dihadapan Bupati Merauke Fredderikus Gebze,SE.,M.Si Anggota DPRD Heribertus Silvinus Silubun,SH mengemukakan, semua warga Merauke yang berada diluar daerah prinsipnya harus diupayakan kembali.

“Prinsipnya semua warga Merauke diluar daerah harus pulang. Entah mereka nanti pulang dengan pesawat komersial atau pesawat AURI itu urusan lain. Tetapi prinspinya mereka harus sampai kesini,” ujar Heribertus Silubun saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di ruang sidang DPRD Merauke, Senin (15/6).

Pada kesempatan itu pula, Heribertus Silubun meminta, tim Merauke Peduli tentang upaya pemulangan warga Merauke diluar daerah yakni Aloysius Dumatubun tetap berupaya. Meski belum ada persetujuan dari pihak Pemerintah Daerah.

Sementara itu, menurut Wakil Ketua II DPRD Merauke Dominikus Ulukyanan,S.Pd, tidak perlu pihak – pihak lain mencari panggung tentang pemulangan warga dari luar daerah.

“Tidak usahlah orang – orang mencari panggung soal ini. Bukan tidak prihatin dengan mereka yang diluar sana, tapi gubernur bilang tidak boleh membawa penumpang sementara dulu,” kata Dominikus.

Patut dihargai, sambung dia, adanya pihak – pihak yang memiliki niat untuk pemulangan warga. Tapi jangan terlalu mempersalahkan pemerintah dalam konteks ini. “Patut dihargai, tapi tidak terlalu mempersalahkan pemerintah yang disebut tidak memperhatikan. Bukan tidak memperhatikan sebenarnya, kan pesawat penumpang sampai saat ini belum dibuka secara resmi,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Merauke Fredderikus Gebze,SE.,M.Si mengatakan, semua data dari Tim Merauke Peduli tentang pemulangan warga dari luar daerah, sedianya sedang dibahas oleh tim pemulangan warga yang sudah dibentuk.

“Biarkan data dari tim Merauke Peduli masuk ke kami, nanti tim yang sudah dibentuk akan melakukan kajian dan memverifikasinya,” ujar Bupati Freddy.

Bupati Merauke Frederikus Gebze mengungkapkan bahwa pemerintah tidak menghalang-halangi niat baik warganya.

Menurutnya, semua niat baik harus dilakukan dengan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak dan unsur terkait terlebih dahulu dan tidak dilakukan dengan cara-cara subjektif dan sepihak. Pasalnya, semua keputusan akan ditangung dan dihadapi sebab akibatnya secara bersama-sama.

“Beberapa warga merauke memiliki keinginan membantu, tetapi tidak ada terbersit pemerintah daerah menghalang-halangi. Tetapi melihat dari tatacara pemulangan warga, untuk menentukan penerbangan terjadwal dan tidak terjadwal itu saja kita harus betul-betul berkordinasi,” ujar Freddy.

 Freddy menegaskan, jika apa yang diniatkan sudah betul, namun kemudian ia enggan merespon adanya niat tersebut. Pasalnya, dalam mengambil keputusan ada prosedur teknis yang sebelumnya perlu dibahas bersama semua pihak. 

“Apa yang dilakukan sudah betul, tetapi tetap karena kita belum ada keputusan bersama dengan para pihak-pihak terkait, maka saya tidak berani mengambil langkah, karena ini menyangkut kepentingan banyak orang. Semua orang akan bilang, punya uang untuk beli tiket, tapi kalau satu saja terpapar, maka kerja kita selama 3 bulan akan sia-sia,” ucapnya.

Ia mengajak, agar semua pihak yang inggin membantu pemerintah, sebelumnya meminta izin kepada pemerintah. Menurutnya, kondisi seperti sekarang ini bukan saatnya untuk mencari panggung demi kepentingan pribadi.

“Mari kita bicara baik, ini bukan dalam rangka mencari pangung. Ini adalah bagaimana kita siapkan masyarakat kita agar bisa diatas pangung,” ujarnya. [ERS/WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *