22 Februari 2024

Terjadi Inflasi 0,7 Persen, Pemda akan Bentuk Tim Pemantau Inflasi Didaerah

0

Rapat pembahasan inflasi di Merauke.Foto: PSP/WEND

Merauke, PSP – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Merauke akan membentuk tim pemantau dan pengendalian inflasi daerah (TPID). Hal ini dibahas dalam rapat yang diselenggarakan oleh Pemda bersama BPS, Perbankan dan Sktakeholer.

Pebentukan TPID ini sebagai respon atas terjadinya inflasi sebesar 0,70 persen di Kabupaten Merauke pada bulan Mei. Inflasi yang terjadi ditandai dengan naiknya harga beberapa komoditas kebutuhan yang dominan di kabupaten Merauke, seperti cabai rawit, telur ras, bawang merah, gula pasir, dan lainnya.

Asisten 2 Bupati, Ir. H.B.L Tobing, M.Eng menilai, sekalipun terjadi inflasi, pengaruhnya kepada masyarakat tidak terlalu signifikan. Ia mencontohkan, dari sisi perbenkan, belum terlihat sesuatu hal yang berarti. Misalnya, dari nasabah yang ada tidak terjadi penarikan uang secara besar-besaran.

“Kita perlu meninjau kembali pertriwulan, harga-harga pokok dipasar. Nanti akan dibentuk Tim Pemantauan dan Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Kemudian, sesuai saran bupati, kita perlu mengefaluasi distribusinya dan jangan ada lagi terjadi penimbunan bahan pokok yang berdampak pada permintaan dipasar dan nilai beli yang semakin tinggi,” ungkapnya kepada Papua Selatan Pos seusai rapat, di kantor Bupati, Rabu (10/6/2020).

Ia menegaskan, dalam realisasinya, pemerintah juga akan melibatkan dinas terkait dalam rangka pengawasan dilapangan. “Akan dilaksanakan pengawasan oleh Dinas Perindustrian, mereka yang akan memantau langsung bersama TPID,” pungkasnya.

Selain itu, ia juga mengatakan, jika nantinya pemerintah daerah telah membuka kembali bandara, maka distribusi akan kembali normal. Sehingga, harga komodias yang tinggi akan normal kembali.

“Antisipasi kita juga, jika nanti ada relaksasi pembukaan pelabuhan dan bandara maka pasokan barang di Merauke akan meningkat, mungkin inflasinya akan menurun. Tapi dampaknya akan terjadi transmisi lokal dengan adanya kemugkinan penumpang yang keluar masuk dengan membawa virus corona, itu harus dibahas lagi,” tegasnya. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *