Pemuda Papua Selatan Gelar Pawai “Simfoni Merah Putih” Peringati Hari Integrasi

0

Merauke, PSP – Perkumpulan pemuda dan pemudi di Provisni Papua Selatan menggelar pawai budaya bertajuk “Simfoni Merah Putih” untuk memperingati hari integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang dipusatkan di Lapangan Kapsul Waktu Merauke, Jumat (1/5).

Mereka membentangkan dan mengikat bendera merah putih di kepala dan membawanya mengelilingi kota Merauke. Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menilai pawai akbar itu menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk bangkit dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan sebelum melepas peserta pawai budaya kebangsaan tersebut. Ia menyebut, Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama masyarakat menyambut baik kegiatan yang diprakarsai Barisan Merah Putih bersama sejumlah organisasi kepemudaan.“Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa saat ini kita sudah memasuki era teknologi digital,” ujar Apolo.

Menurutnya, generasi muda Papua dituntut untuk berperan dalam berbagai sektor pembangunan, baik pembangunan fisik, sarana dan prasarana, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).Ia menambahkan, arus globalisasi yang semakin terbuka membuat persaingan tidak dapat dihindari. Karena itu, peningkatan kapasitas, kualitas, kualifikasi, dan kompetensi SDM menjadi kunci agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM agar mampu bersaing dengan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja,” katanya.

Apolo menegaskan, pawai “Simfoni Merah Putih” bukan hanya perayaan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendorong kesejahteraan masyarakat Papua Selatan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Merauke atas dukungan fasilitas dan perizinan kegiatan.

Usai sambutan, Gubernur Apolo Safanpo, Bupati Merauke Yosep Gebze, LO Kepala BIN Papua Selatan Kolonel Gatot Haryono bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua Selatan dan Kabupaten Merauke melepas peserta pawai.

Sementara itu, Ketua Panitia Simfoni Merah Putih Provinsi Papua Selatan, Esau Hombore, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga tokoh perempuan.Ia menjelaskan, pawai ini bertujuan untuk memperkuat nasionalisme, mempererat persatuan dan kesatuan, serta melestarikan budaya lokal.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah aspirasi positif bagi generasi muda dalam membangun Papua Selatan.“Ini digerakkan oleh ide besar para pemuda melalui berbagai organisasi kepemudaan seperti Barisan Merah Putih, KNPI, GMNI, PMKRI, BEM Universitas Musamus, dan Garuda Mas untuk memperingati sejarah integrasi Papua dalam bingkai NKRI,” pungkasnya. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *