20 Juni 2024

Sudah Siapkah Anda dengan Penerapan New Normal?

0

Penerapan new normal atau tatanan kehidupan baru yang didengungkan Presiden Joko Widodo menuai pro kontra di tengah masyarakat. Meski persiapan menuju new normal tersebut baru diterapkan di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota, ada yang menilai pemerintah terlalu memaksakan penerapan new normal. Terlebih penerapan new normal tersebut dilakukan tidak dalam posisi kurva yang menurun. Karena itu, penting bagi masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan yang ada. Dalam fase new normal, masyarakat tetap diminta menggunakan masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan memakai sabun, hingga tetap menjaga jarak fisik. Untuk masyarakat Merauke sudah siapkah nantinya jika penerapan New Normal ini diterapkan di Merauke? Berikut ini jawaban singkat sebagian masyarakat jika New Normal diterapkan di Merauke…

Harus Siap

Menurut Amin, ia bersama keluarga harus siap menghadapi penerapan ‘New Normal’ atau tatanan kehidupan baru, seperti yang sudah diinstruksikan pemerintah. Sebab, jika ia harus tinggal di rumah, akan mempengaruhi perekonomian keluarganya dan menyangkut juga kebutuhan sehari-hari.

“Kalau kita hanya di rumah terus, tidak bekerja, bagaimana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Selaku petani, ia akan tetap berangkat ke kebun, namun tetap mengikuti anjuran pemerintah soal protokol kesehatan. Memang, di kebun itu, tidak banyak potensi menciptakan keramaian, namun kebersihan diri juga perlu dipikirkan.

“Sejak corona ini, memang kegiatan saya untuk berkumpul dengan teman-teman atau tetangga sudah saya kurangi. Lebih banyak saya dirumah bersama keluarga”. Memang, ada perubahan pada keluarganya, semenjak wabah corona. Mereka sudah lebih sering mencuci tangan ataupun menerapkan pola kesehatan lainnya. “Pokok e setiap pulang dari kebun, langsung mandi. Karena, anjuran kesehatan begitu,” ucapnya.[FHS-NAL]

Harus Lebih waspada

Harus Lebih waspada

Bagi ibu satu anak ini, ‘New Normal’ atau tatanan hidup baru, mengajarkan dirinya untuk lebih peka dalam melakukan aktifitas kegiatan sehari-sehari. Apalagi, dia lebih banyak beraktifitas di tempat keramaian, yakni pasar. Artinya, dalam mengantar maupun menerima pesanan barang, wajib menggunakan masker, begitu juga para karyawannya. “Kalau kita tidak berjualan, bagaimana mau bayar cicilan. Kemudian, karyawan nanti bagaimana. Tidak mungkin mereka dirumahkan,  dalam jangka waktu yang lama, kan kasihan juga. Yah, mudah-mudahan saja, virus ini cepat berlalu”, kata Nova. Sedikit dia berpesan, agar instansi terkait agar terus memberikan sosialisasi  agar masyarakat tidak lupa untuk menerapkan pola hidup sehat. “Namanya warga biasa, kadang kita lupa juga, tapi kalu ada yang mengingatkan, semoag kita tidak lupa,” singkatnya. [FHS-NAL]

Harus Lebih waspada

Bagi ibu satu anak ini, ‘New Normal’ atau tatanan hidup baru, mengajarkan dirinya untuk lebih peka dalam melakukan aktifitas kegiatan sehari-sehari. Apalagi, dia lebih banyak beraktifitas di tempat keramaian, yakni pasar. Artinya, dalam mengantar maupun menerima pesanan barang, wajib menggunakan masker, begitu juga para karyawannya. “Kalau kita tidak berjualan, bagaimana mau bayar cicilan. Kemudian, karyawan nanti bagaimana. Tidak mungkin mereka dirumahkan,  dalam jangka waktu yang lama, kan kasihan juga. Yah, mudah-mudahan saja, virus ini cepat berlalu”, kata Nova. Sedikit dia berpesan, agar instansi terkait agar terus memberikan sosialisasi  agar masyarakat tidak lupa untuk menerapkan pola hidup sehat. “Namanya warga biasa, kadang kita lupa juga, tapi kalu ada yang mengingatkan, semoag kita tidak lupa,” singkatnya. [FHS-NAL]

Apapun Anjuran Pemerintah, Pasti Baik

Uut Ulul Azmiati, wanita yang bekerja membantu orangtuanya sebagai petani ini berharap semua masyarakat siap dan bisa mengikuti apapun anjuran pemerintah. Karena baginya, apapun yang kebijakan pemerintah, pasti demi keselamatan dan kebaikan warga masyarakat.

“Ya harus siap, Apapun kebijakan pemerintah termasuk New Normal, kita sebagai masyarakat wajib mengikuti. Karena semuanya pasti demi kebaikan masyarakatnya. Kalau kita tidak mentaati, bisa jadi nantinya virus corona semakin parah,” ujarnya, [WEND-NAL]

Siap, Demi Kebaikan Bersama

Rosmala Dewi, ia mengatakan bahwa dirinya selalu siap dengan semua kebijakan pemerintah demi melawan pandemi covid-19.  Ia mengisahkan selama ini ia dan keluarganya selalau menerapkan protokler pencegahan covid dalam keluarga.

“Kalaupun New Normal diterapkan itu kan demi kebaikan bersama. Secara pribadi, saya pun siap dan akan selalu megikuti anjuran pemerintah,” ujarnya. 

“Saya di rumah bersama keluarga juga selama ini mengikuti anjuran pemerintah, seperti selalu cuci tangan, memakai masker, jaga jarak. Paling nantinya, new normal ya seperti begitu,” pungkasnya [WEND-NAL]

Siap Tidak Siap Harus Dijalani

Merauke, PSP – Bagi Prasetio, siap tidak siap kehidupan baru melalui ‘New Normal’ harus dijalani. “Siap tidak siap harus dijalani dan tetap mengikuti protokol yang sudah ditetapkan pemerintah. Walaupun kita sebagai masyarakat biasanya bingung kalau hanya diam dirumah, disisi lain kita harus memenuhi kebutuhan kita setiap hari, untuk itu siap dengam new normal tapi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan bersama,” kata Prasetio. [ERS-NAL]

Mencoba Beradaptasi

Merauke, PSP – Istya Sari Utami, wartawati yang satu ini mengaku, akan tetap berusaha beradaptasi dengan kondisi yang ada ketika new normal mulai diterapkan. “Perlahan saya akan beradaptasi, tentunya dengan tetap memperhatikan aturan yang ada dan semoga new normal menjadi satu langkah untuk menuju pada kondisi yang lebih baik. Krena saya pribadi dan juga semua orang tentu ingin agar kondisi segera berjalan normal dan pandemi akan segera pergi. Insyaallah,” kata Iis. [ERS-NAL]

Siap Jalankan Aktivitas Meskipun Berbeda Dengan Keadaan Sebelumnya

Menurut Alexandra Rettob, Mahasiswa Jurusan  Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Musamus Merauke bahwa sebagian besar masyarakat tentu sudah siap menghadapi New Normal, walaupun berbeda dengan keadaan sebelumnya. Berbagai bidang saat ini menuntut untuk harus menjalankan aktifitas kembali, walaupun berbenturan dengan aturan kesehatan.

“Saya rasa dari temanya sebagian besar orang jelas siap menghadapi termasuk saya walaupun berbeda dan keadaan sebelum datangnya wabah covid 19,” ungkapnya. 

Dia menilai dengan adanya kebijakan new normal ini akan membantu para pekerja terutama para pekerja harian dalam memulihkan ekonomi mereka. Apalagi pendapatan mereka sempat mengalami penurunan bahkan tidak ada sama sekali, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. [JAK-NAL]

Jalur Tranportasi Harus Diperketat

Bagi John Rudy Horong, masyarakat Merauke saat ini sangat sadar akan protokol kesehatan, sehingga apabila akan di terapkan New Normal, pastinya sudah siap. Namun demikian, jalur tranportasi keluar ke luar daerah harus diperketat. Pihak terkait yang bertugas tidak boleh memberi kelonggaran untuk masyarakat dapat pergi keluar Merauke ataupun mereka yang datang. “Pertanyaan ini membutuhkan jawaban yg pasti, dengan penuh pertinbangan pendapat hemat saya berkaitan dengan kesiapan pelaksanaan New Normal di Merauke menurut saya Sudah Siap, mengapa? Karena sesuai dengan hasil kerja satgas Covid-19 dan hasil perawatan pasien covid19 di RSUD Merauke khusus data kabupaten Merauke mengalami perubahan baik, sekalipun RSUD Merauke adalah Rumah Sakit Rujukan Covid untuk Papua Selatan tetapi kesadaran Masyarakat Meraukelah yang manjadi tolak ukur keberhasilan Merauke melawan covid19,”  kata Rudy. [JAK-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *