13 April 2024

Kapal Terbalik, 12 Pemancing Ikan dan 1 Nahkoda Selamat

0

Merauke, PSP-Sebuah kapal pancing (perahu, red) terbalik di sekitar kawasan Lampu Suar, keluar dari Muara Sungai Maro, Merauke sekitar pukul 01.30 Wit dini hari, Minggu (19/4).

Satu nahkoda dan 12 penumpang (pemancing, red) selamat dan berhasil dievakuasi oleh regu penyelamat Kantor Pencarian dan Pernyelamatan (Basarnas) Merauke.

Press release yang diterima Papua Selatan Pos dari Humas Kantor Basarnas Merauke, Darmawan menyebutkan, sekitar pukul 01.40 Wit Minggu dini hari,  petugas siaga di Kantor Basarnas Merauke menerima informasi dari salah seorang penelpon bernama Syaiful, yang melaporkan kejadian naas, terbaliknya kapal/perahu pancing Minggu dini hari ini.

Melalui telepon selulernya, kata Darmawan, pelapor menyampaikan bahwa lokasi kejadian terbaliknya kapal pancing naas tersebut, berada di sekitar lampu suar kedua jika keluar dari Muara Sungai Maro.

Menurut keterangan pelapor, lanjut Darmawan, rombongan pemancing itu bertolak menuju lokasi pemancingan sejak hari Sabtu 18 April 2020 sekitar pukul 20.00 Wit dari Pantai Lampu Satu menuju area di sekitar Perairan Wendu.

“Mereka menyewa perahu nelayan berukuran tidak terlalu besar, milik salah seorang nelayan di Pantai Lampu Satu Merauke. Ini baru pertama kali mereka menyewa perahu dari Lampu Satu dan baru kali ini juga mereka berangkat dari Pantai Lampu Satu,” beber Syaiful sebagaimana dikutip Darmawan dalam rilisnya.

Berdasarkan laporan awal, jelas Darmawan, sekitar pukul 01.50 Wit, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas, red)  Merauke mengerahkan 3 (tiga) personil rescuer dan 2 (dua) anak buah kapal (ABK) Rescue Boat Basarnas, untuk melakukan upaya pertolongan dan evakuasi seluruh korban menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) alias perahu karet.

“Pukul 03.00 Wit dini hari, tim rescue (regu penyelamat) berhasil menemukan lokasi titik kejadian kecelakaan kapal terbalik dan langsung mengevakuasi seluruh korban ke atas RIB. Selanjutnya, para korban dibawa menuju dermaga  Kantor Kementerian dan Kelautan Perikanan Merauke,” ungkapnya.

Darmawan menambahkan, berdasarkan penuturan seorang rescuer (Witandi) yang melakukan pertolongan, kondisi seluruh korban dalam keadaan sehat dan selamat. Meski ada yang terlihat shock akibat kecelakaan tersebut. Kondisi kapalnya  dalam posisi terbalik dan hanya tinggal sedikit dari bagian kapal yang terlihat di permukaan air.

“Mereka mengapung dengan mengandalkan pelampung, yang mereka gunakan. Walaupun ternyata, tidak semua memakai pelampung,” tuturnya.

Menyikapi kejadian tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Raymond Konstantin, S.E mengimbau seluruh pemilik kapal maupun pengguna jasa pelayaran, agar senantiasa memperhatikan dan mengutamakan kesehatan dan keselamatan saat beraktivitas di laut. “Hal ini untuk meminimalisir jatuhnya korban ketika terjadi kecelakaan di perairan. Minimal dengan melengkapi peralatan keselamatan yang harus ada di atas kapalnya,” imbau Raymond. (HPR-RH).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *