21 Februari 2024

Antar Jenazah Gunakan APD C-19, Sopir Ambulance Kagetkan Warga

0

dr. Yenny Mahuze

Direktur RSUD: “Dia pasien ODP, yang dirawat di RSAL karena sakit ginjal”

Merauke,PSP-Warga kota Merauke dan para pengendara dikagetkan dengan iring-iringan mobil jenazah dan rombongan kendaraan pengantar, dimana sopir mobil jenazah mengenakan Alat Pelindung Diri Covid-19 (APD C-19) ketika melintas di beberapa ruas jalan di kota Merauke sekitar pukul 17.00 Wit, Selasa (7/4).  Kejadian ini sempat pula terpantau oleh media ini.

Bahkan sempat beredar informasi di media sosial, jika jenazah yang dihantar itu diduga pasien Covid-19. Setelah dikonfirmasi, petugas medis di lapangan menyebutkan bahwa jenazah yang dimaksud adalah pasien yang meninggal dengan riwayat sakit ginjal.

Jenazah kemudian dimakamkan di TPU Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Selasa (7/4). Dalam proses pemakaman, jenazah pasien dengan inisial CS itu, diberlakukan menggunakan prosedur pemakaman pasien Virus Corona.

Direktur RSUD Merauke dr. Yenny Mahuze saat dikonfirmasi Papua Selatan Pos di Kantor Bupati, Rabu (8/4), membenarkan adanya seorang pasien dimakamkan menggunakan prosedur pasien corona.

Yenny Mahuze menyebutkan, pasien tersebut sebelumnya menjalani operasi di Jayapura dan saat kembali ke Merauke dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dan dimasukkan dalam kategori ODP.

“Dia pasien ODP, dirawat di RSAL. Dia habis operasi ginjal dari Jayapura dan kondisinya itu baik. Hanya saja tim medis antisipasi jangan sampai kecolongan, makanya pihak keluarga menganjurkan diperlakukan seperti pasien corona,” kata Yenny.

Yenny kembali menyebutkan, pasien itu meninggal dikarenakan penyakit yang ia derita yaitu ginjal. “Sepsis (ginjal), laki – laki kemarin sudah dimakamkan di TPU Tanah Miring,” ucapnya.

Pihak tim medis juga sudah mengambil sampel darah bersangkutan untuk dilakukan Swab.  “Kami sudah ambil Swab-nya dan sudah dikirim. Kalau tidak diperlakukan begitu, nanti hasil Swab-nya positif sudah kewalahan, tapi diharapkan negative. Pemakaman semua diberlakukan seperti pasien corona dibungkus sesuai prosedur,” pungkasnya. [ERS-RH].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *