PDI Perjuangan Sebut Tarik Dukungan Dari Safanpo dan Imadawa
Edoardus Kaize
Edo Kaize : Kami bukan partai abal – abal
Merauke, PSP – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua Selatan, Edoardus Kaize, menilai kehadiran Sekretaris Daerah Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, serta Asisten I Bidang Pemerintahan dan Otsus dan Kesejahteraan Rakyat, Agustinus Djoko Guritno, dalam pembukaan Konferensi Daerah (Konferda) Papua Selatan dan Papua Pegunungan serta Konferensi Cabang (Konfercab) Kabupaten Merauke dan Boven Digoel di Hotel Swiss-Belhotel Merauke, Senin (1/12), sudah mewakili kehadiran pemerintah.
“Ada Sekda dan Pak Asisten yang hadir. Itu menandakan kehadiran pemerintah. Kalau personal ya Pak Apolo, (itu berbeda),” ujar Edo kepada wartawan.
Dalam kesempatan tersebut, Edo menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung PDI Perjuangan dalam mengusung pasangan Apolo Safanpo – Paskalis Imadawa sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan pada Pemilu 2024.
Seperti diketahui, PDI Perjuangan menjadi partai pengusung Apolo Safanpo dan Paskalis Imadawa pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan 2024 lalu.
Namun demikian, Edo menyatakan bahwa pihaknya kini menarik diri dari dukungan politik terhadap pasangan tersebut. “Terima kasih kepada seluruh struktur partai masing-masing yang telah terlibat. Dalam acara Konferda ini, sebagai Ketua DPD karena belum ada SK baru jadi, saya menyatakan membubarkan diri dan menarik diri dari tim pemenangan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan pada Pemilu 2024,” tegasnya.
Edo menjelaskan bahwa tugas PDI Perjuangan adalah mencetak kader. Ia mengibaratkan partai sebagai “dapur” yang menyiapkan kader terbaik untuk bangsa. “Kami ini dapur, memasak makanan yang lezat dan menaruhnya di meja. Yang mau makan silakan makan,” katanya.
Edo bilang, jika seseorang tidak lagi berada dalam barisan partai, kerja politik bersama tidak lagi memiliki alasan yang kuat. “Kalau sudah beda partai, sudah ya sudah. Kita berjalan bersama juga untuk apa? Tugas kami hanyalah sebagai pengusung dan mengantar sampai terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur,” ujarnya.
Edo menambahkan bahwa PDI Perjuangan adalah partai kader, bukan partai abal – abal. “PDI Perjuangan ini partai kader, bukan partai abal-abal. Partai sejatinya mengusung kadernya. Ketika orang lain di luar kader diusung PDI Perjuangan, sedianya berterima kasih. Cara berterima kasih bukan dengan memberikan uang, tetapi dengan menunjukkan kerja nyata mengurus rakyat,” pungkasnya. [ERS-NAL]
