Uskup Mandagi Pimpin Misa Syukur 120 Tahun Misi Katolik di Papua Selatan

0
Misa syukur memperingati 120 tahun misi Katolik dan masuknya Injil di wilayah Papua Selatan.

Misa syukur memperingati 120 tahun misi Katolik dan masuknya Injil di wilayah Papua Selatan.

Merauke, PSP  – Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, memimpin misa syukur memperingati 120 tahun misi Katolik dan masuknya Injil di wilayah Papua Selatan.

Misa digelar di Taman Patung Hati Kudus Yesus, Kamis (14/8), dan dihadiri umat Katolik di Merauke meskipun sempat diguyur hujan.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam perayaan ini, di antaranya Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Ketua DPR Provinsi Papua Selatan Heribertus Silubun, Ketua MRP Papua Selatan Damianus Katayu, serta Wakil Ketua III DPRD Merauke Dominikus Chambu.

Dalam homilinya, Uskup Mandagi mengajak seluruh masyarakat Papua Selatan untuk menjalani hidup dengan sebaik-baiknya dan menjadikan nilai-nilai kekristenan sebagai dasar dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan pentingnya hidup dalam iman, kasih, dan pengabdian kepada sesama.

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dalam pernyataannya berharap momen peringatan ini menjadi refleksi bersama atas perkembangan iman dan kehidupan berjemaat di wilayah tersebut.

“Semoga 120 tahun masuknya Injil dan Gereja Katolik di Papua Selatan menjadi momen refleksi bagi kita semua, terutama dalam menempatkan anak, komunitas, dan pertumbuhan iman sebagai hal penting dalam kehidupan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa di era modernisasi saat ini, perhatian terhadap aspek spiritual dan sosial dalam komunitas umat semakin menurun. Oleh karena itu, Apolo mengajak seluruh umat untuk kembali memberi ruang dalam hidup bagi hal-hal yang esensial seperti keluarga, doa, ibadah, liturgi, dan pertumbuhan gereja.

“Mari kita kembali menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membangun komunitas iman yang kuat dan peduli terhadap sesama,” pungkasnya. Perayaan misa syukur ini menjadi simbol komitmen umat Katolik di Papua Selatan dalam menjaga warisan iman yang telah ditanamkan sejak Injil pertama kali masuk ke wilayah ini pada 1905. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *