Satu dari Belasan ABK Merauke yang Ditahan di PNG Dikabarkan Gangguan Jiwa

0
Pengurus HNSI Papua Selatan bersama pemilik kapal hingga keluarga ABK yang ditahan di PNG

Pengurus HNSI Papua Selatan bersama pemilik kapal hingga keluarga ABK yang ditahan di PNG

Merauke, PSP  –  Belasan anak buah kapal (ABK)  dari KMN Akifa 01 berjumlah  8 orang dan KMN Bintang Samudra 02 berjumlah 6 orang  sedang menjalani proses hukum di negara Papua Nugini. Mereka ditangkap otorita PNG awal bulan Maret 2025 lalu.

Di tengah proses hukum yang berjalan itu, sayangnya ada kabar kurang mengenakkan soal nasib mereka di negara tetangga. Dari belasan ABK itu satu orang dikabarkan mengalami gangguan jiwa. Kabar itu dibenarkan oleh Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Papua Selatan, Taufik Latarissa, kemarin.

“Nama ABK nya masih kami kroscek”, ujarnya.

Menurut Taufik kabar yang diterima dari pemilik kapal,ABK  maupun tekong, kondisi para ABK sedang tidak baik-baik saja di negara tetangga. Sebab, sarana fasilitasnya mengalami keterbatasan. Sehingga kemungkinan ABK mengalami stress, ditambah lagi dengan proses hukum yang sedang dijalani. Makanya melihat situasi yang ada, HNSI melakukan pertemuan dengan pemilik kapal maupun keluarga ABK, karena merasa prihatin.

HNSI kata Taufik mendorong dan sudah menyampaikan ke Wakil Bupati Merauke agar ada keseriusan dalam melihat nasib  para nelayan yang ditangkap di PNG bersama stakeholder terkait. Pemerintah diharap bisa bertindak untuk meringankan hukuman bagi para ABK itu di negara tetangga.

“Kemudian bisa menjaga atau  menjamin keamanan mereka di negara tetangga,   sehingga bisa pulang ke Merauke nantinya dengan sehat. Sehingga rasa rindu keluarga yang menanti bisa terbalas ketika tiba di Merauk”, tukasnya.

Hal serupa juga disampaikan keluarga dari para ABK. Mereka sangat berharap adanya dukungan dari pemerintah, baik pemerintah daerah hingga pemerintah pusat dalam menangani atas nasib para ABK itu. “Kami mohon pemerintah bisa membantu, karena suami kami, keluarga kami yang ditangkap itu (para ABK,red) adalah tulang punggung keluarga. Kami sangat berharap bisa berkumpul dengan mereka lagi”, tutur salah satu keluarga ABK sembari meneteskan air mata.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *