Gunakan JKN, Merri Rasakan Layanan Ramah dan Profesional di RSUD Merauke

0
Gambar WhatsApp 2025-06-26 pukul 14.23.13_79eff5ef

Merauke, PSP – Tidak ada yang bisa memprediksi kapan tubuh akan jatuh sakit. Terkadang, kondisi kesehatan dapat menurun secara tiba-tiba, bahkan di saat-saat yang tidak diduga. Itulah yang dialami oleh Merri Sampelobo (46) peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), seorang warga Merauke yang harus menjalani rawat inap di RSUD Merauke akibat sakit demam tifoid atau tipes. Namun di tengah kekhawatirannya menghadapi penyakit, Merri justru merasa lega dan bersyukur karena seluruh proses pengobatannya dapat dijalani tanpa beban biaya berkat kepesertaannya dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Awalnya, Merri merasakan gejala ringan seperti lemas dan kehilangan nafsu makan. Ia mengira hanya kelelahan biasa karena aktivitas harian. Namun dalam waktu singkat, suhu tubuhnya melonjak tinggi, disertai sakit kepala, mual, dan nyeri di perut. Keluarga kemudian membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat, dan setelah pemeriksaan awal, Merri dirujuk ke RSUD Merauke untuk penanganan lebih lanjut.

“Waktu itu saya merasa sangat lemas, tidak bisa makan apa-apa. Badan panas sekali. Setelah diperiksa, ternyata saya terkena demam tifoid dan harus dirawat,” ujar Merri saat ditemuai pada Senin (23/06).

Saat dokter menyarankan untuk menjalani rawat inap, kekhawatiran mulai muncul di benak Merri. Ia sempat membayangkan biaya perawatan rumah sakit yang mahal. Namun, semua kekhawatiran itu segera sirna setelah petugas administrasi rumah sakit memastikan bahwa Merri adalah peserta aktif JKN.

“Begitu saya kasih Kartu JKN, petugas rumah sakit langsung bantu urus semua administrasi. Saya tidak dipersulit, dan semuanya cepat. Saya benar-benar lega,” ujarnya.

Selama menjalani perawatan di RSUD Merauke, Merri mengaku mendapatkan pelayanan yang sangat baik. Mulai dari perawat hingga dokter, semuanya bersikap ramah, profesional, dan tidak membedakan status peserta JKN. Ia merasa nyaman dan terlayani dengan penuh perhatian.

“Perawatnya selalu datang tepat waktu, mengecek kondisi saya, memberikan obat, dan memberi semangat. Dokter juga sabar menjelaskan penyakit saya. Saya benar-benar merasa dirawat, bukan sekadar diobati,” tambah Merri.

Demam tifoid atau tipes adalah penyakit yang umum di Indonesia dan sering menyerang masyarakat di berbagai wilayah, terutama yang memiliki sanitasi lingkungan yang belum optimal. Penyakit ini memerlukan pengobatan yang tepat dan terkadang membutuhkan rawat inap untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Untungnya, Merri mendapatkan penanganan medis yang tepat waktu. Ia dirawat selama beberapa hari hingga kondisinya stabil dan dinyatakan boleh pulang. Seluruh proses pengobatan, dari pemeriksaan dokter, pemberian antibiotik, hingga laboratorium dan rawat inap, ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan melalui Program JKN.

“Kalau saya tidak punya JKN, mungkin saya akan tunda-tunda berobat karena takut mahal. Tapi sekarang saya tahu, JKN itu sangat penting. Tidak hanya untuk orang tua, tapi siapa saja bisa butuh sewaktu-waktu,” jelas Merri.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Erika Verayanti Lumban Gaol mengapresiasi pelayanan yang diberikan RSUD Merauke sebagai mitra fasilitas kesehatan yang mendukung pelaksanaan Program JKN dengan penuh komitmen.

“Kami terus berupaya agar peserta JKN mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, dan setara. RSUD Merauke merupakan mitra strategis kami yang telah memberikan layanan berkualitas bagi masyarakat, termasuk pasien seperti Merri,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa partisipasi masyarakat dalam program JKN bukan hanya memberikan perlindungan individu, tetapi juga memperkuat sistem gotong royong di bidang kesehatan nasional.

“Ketika masyarakat aktif menjadi peserta dan rutin membayar iuran, itu artinya mereka turut membantu peserta lain yang sedang membutuhkan. Sistem ini berjalan atas dasar kebersamaan dan solidaritas sosial,” tambahnya.

Kini, setelah berangsur membaik dan berdasarkan pengalamannya tersebut, Merri merasa lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan memiliki perlindungan melalui JKN. Ia pun tidak ragu untuk menyarankan keluarga, tetangga, dan teman-temannya agar tetap aktif sebagai peserta JKN.

“Pengalaman ini membuat saya sadar, kesehatan itu mahal, tapi dengan JKN, semua jadi lebih ringan. Saya sangat bersyukur,” tutup Merri. [JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *