Kemenhub Subsidi Penerbangan dari Merauke – Pegunungan Bintang
Pengiriman logistik ke Pegunungan Bintang melalui Bandara Mopah membuka program multimoda Kementrian Perhubungan.Foto: PSP/ERS
Bupati Pegubin : Harga Bimoli 5 Liter ditempat saya Rp700 ribu
Merauke, PSP – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia melalui Program Multimoda transportasi udara, darat dan laut ingin menurunkan harga logistik di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua. Dimana Kementerian memberi subsidi transportasi angkutan udara perintis dari Kabupaten Merauke menuju Pegunungan Bintang.
“Kami Pemerintah pusat khusus Kementrian Perhubungan, telah melakukan berbagai upaya untuk bisa menurunkan harga – harga di Papua. Melalui program ini, yang semula biaya angkutan mencapai Rp.75 juta setelah disubsidi menjadi hanya Rp. 14 juta,” kata Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik Multi Moda dan Keselamatan Perhubungan Kris Kuntadi kepada wartawan usai pengiriman logistik ke Pegunungan Bintang menggunakan Trigana Air di Bandar Udara Mopah, kemarin.
Menurut Kuntadi, yang membuat harga – harga logistik tinggi di wilayah Pegunungan adalah biaya angkut yang sangat besar. “Dari evaluasi, di Merauke barang sudah turun tetapi sampai di pegunungan belum signifikan turunnya, karena angkutanudara nya sangat mahal,”lanjut Kuntadi.
Bukan hanya udara, kata Kuntadi, Kementrian Perhubungan juga telah mensubsidi angkutan darat maupun laut.
“Dari pelabuhan ke bandara ada angkutan darat, itupun disubsidi, jadi laut, darat dan udara kita subsidi semuanya. Subsidi diberikan pemerintah sangat tinggi. Nanti tinggal kita lihat dan dengar berapa harga di Okssibil setelah ini. Pengawasannya tolong dibantu,” ajaknya.
Di tempat yang sama Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana,S.T.,M.Si mengatakan, program multimoda dari Kementerian itu merupakan harapan semua rakyatnya.
“Ini kebutuhan rakyat Pegunungan Bintang. 75 tahun Indonesia merdeka kami menderita, Bimoli disini 5 liter Rp 80 ribu, disana mencapai Rp700 ribu sampai saat ini. Makanya ini kebutuhan yang ingin didorong oleh Presiden dan Mentri perhubungan,” jelasnya.
Bupati Spei berharap setelah ini harga – harga logistik di Ibu Kota Oksibil dapat turun.
“Kita berharap multi moda ini jangka panjang. Kita lebih cepat moda darat, jadi melalui Waropko menggunakan tol laut masuk darat lalu ke Oksibil itu akan bawa volume lebih besar dari udara. Karena pesawat hanya bawa batas 6 ton satu kali terbang setiap minggu 3 maka 18 ton. Jadi kalai terhubungn jalan darat mau berapa puluh ton pun bisa,” kata Spei.
Disisi lain Spei Yan Bidana menilai bahwa program Kemenhub belum sepenuhnya mampu merealisasikan program pembangunan jalan Trans Papua yang membentang dari utara hingga selatan Papua gagal diwujudkan. Menurutnya, Kementerian terkait tidak maksimal dalam menerjemahkan salah satu program yang selalu digembor-gemborkan oleh Presiden Jokowi.
Ia menyebutkan, setidaknya dari wilayah utara hingga tengah Papua, ratusan kilometer jalan belum tersambung. Sementara dari wilayah tenggah hingga selatan Papua, banyak jembatan yang mesti dibangun untuk menghubungkan jalan.
“Target RPJM pak Presiden tidak dilaksanakan. 2014-2019 jalan Jayapura-Oksibil, Oksibil-Merauke seharusnya sudah terjadi. Tapi sampai hari ini belum terjadi. Disebelah utara masih 176 km yang menghubungkan Kerom-Jayapura. Kesini itu sudah tembus aksesnya, tetapi jembatan ada 9, dari 9 tinggal 7, Sehingga harus disambungkan. RPJM nya itu gagal, karena tidak diterjemahkan oleh yang menanggani insfratuktur, terutama balai di kementerian PU dalam hal ini Bina Marga,” tegasnya di Pelabuhan Yos Sudarso Merauke, Minggu (5/4/2021).
Ia menambahkan, bahwa pembangunan jalan trans Papua harus dipercepat dan dikebut pengerjaannya. Pasalnya, jalan merupakan objek vital dan menjadi syarat utama bagi pembangunan Papua pada seluruh aspeknya. “Ini harus dipercepat, karena ini koridor perbatasan. Kita ada diberanda negara, jadi jalan lintas ini harus diselesaikan. Jadi integrasi supaya percepatan ini rakyat bisa menikmati. Karena udara (Jalur Udara) ini tetap sama tidak membantu. Yang cepat itu jalan darat,” pungkasnya. [ERS/WEND-NAL]
