PFA Kembali Gelar Seleksi Bibit Muda Papua Selatan, Bidik Kelahiran 2013

0

Merauke, PSP – Papua Football Academy (PFA) kembali membuka kesempatan bagi pesepak bola muda Papua Selatan untuk mengikuti seleksi pendidikan dan pembinaan sepak bola yang didukung oleh PT Freeport Indonesia. Seleksi tahun 2026 ini dikhususkan bagi anak laki-laki kelahiran 2013.

Wakil Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Provinsi Papua Selatan Victor Ohoiwutun mengatakan program itu telah memasuki tahun kelima pelaksanaan sejak pertama kali digelar pada 2022. Selama itu pula, puluhan anak asal Papua Selatan telah mendapat kesempatan menimba ilmu dan mengembangkan bakat sepak bola di PFA yang berpusat di Timika.

“Puji syukur, sekarang Papua Selatan sudah memiliki Asprov sendiri. Tahun ini merupakan tahun kelima PFA datang untuk menyeleksi anak-anak Papua Selatan agar dapat bersekolah sekaligus mendapatkan pembinaan sepak bola di Timika,” uja Victor di Jl. Pendidikan Merauke, Kamis (11/6).

Sebelum pelaksanaan seleksi di Merauke, kata Victor, tim PFA telah melakukan penjaringan di Boven Digoel dan berhasil menemukan empat pemain potensial. Para peserta dari Merauke, Mappi dan wilayah lainnya akan mengikuti seleksi lanjutan untuk memperebutkan kesempatan bergabung dengan PFA.

Menurutnya, sejak program berjalan pada 2022, sebanyak 19 anak asal Papua Selatan telah bergabung di PFA. Bahkan salah satu peserta telah menembus Tim Nasional Indonesia kelompok umur 17 tahun.

“Anak-anak yang sudah menyelesaikan pendidikan di sana sebagian besar sudah dijajaki dan dikontrak klub-klub profesional Liga 1. Ada yang bahkan diminati beberapa klub sekaligus,” katanya.

Ia menjelaskan, proses seleksi dilakukan secara terbuka tanpa penjaringan awal di sekolah. Informasi telah disebarluaskan melalui media, pelatih sepak bola, serta jaringan ASPROV PSSI agar seluruh anak yang memenuhi syarat dapat mengikuti seleksi.

“Kami mengundang seluruh anak laki-laki kelahiran 2013 di Papua Selatan untuk datang mengikuti seleksi. Kesempatan ini terbuka bagi siapa saja yang memenuhi syarat,” ujarnya.

Peserta yang lolos seleksi daerah nantinya akan mengikuti pemusatan seleksi atau final camp di Timika bersama peserta dari berbagai wilayah di Papua. Pada tahap tersebut, mereka akan menjalani seleksi lanjutan sebelum ditetapkan sebagai siswa PFA yang seluruh biaya pendidikannya ditanggung PT Freeport Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris Asprov PSSI Papua Selatan Arnold Rudolf menjelaskan bahwa syarat utama pendaftaran adalah dokumen administrasi yang lengkap, seperti akta kelahiran, kartu identitas anak (KIA), fotokopi rapor, serta dokumen pendukung lainnya.

Menurut Arnold, kelengkapan administrasi menjadi perhatian penting karena selain mendapatkan pembinaan sepak bola, para peserta juga mengikuti pendidikan formal hingga jenjang sekolah menengah.

“Anak-anak tidak hanya berlatih sepak bola, tetapi juga bersekolah. Karena itu administrasi harus lengkap. Jika ada yang lolos tetapi dokumennya belum lengkap, kami akan membantu berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil maupun dinas terkait,” katanya.

Selain administrasi, peserta juga wajib menjalani pemeriksaan kesehatan. Tes kesehatan dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat daerah hingga pemeriksaan menyeluruh saat final camp di Timika.

“Standar pemeriksaan kesehatan yang digunakan cukup tinggi, hampir setara dengan standar tim nasional. Mulai dari kondisi fisik hingga aspek psikologis akan diperiksa secara detail,” ujarnya.

Untuk tahun ini, PFA hanya membuka seleksi bagi peserta laki-laki. Meski demikian, Asprov PSSI Papua Selatan menyatakan tetap memberikan perhatian terhadap pembinaan sepak bola putri melalui program dan kegiatan terpisah, termasuk persiapan menghadapi ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *