Momentum Pekabaran Injil ke 171 di Tanah Papua, Dedominasi Gereja Boven Digoel Diminta  Menjaga Persekutuan yang Hidup dan Rukun

0
Staf ahli Boven Digoel saat memberikan sambutan bupati pada perayaan hari pekabaran injil ke-171 di Boven Digoel

Staf ahli Boven Digoel saat memberikan sambutan bupati pada perayaan hari pekabaran injil ke-171 di Boven Digoel

Tanah Merah, PSP – Jika Jemaat GKI di Klasis GKI Boven Digoel terus hidup dalam pertobatan, menjaga persekutuan, menumbuhkan kepedulian, dan menghadirkan kasih Kristus, maka Injil akan terus menjadi berkat, bukan hanya bagi gereja, tetapi bagi seluruh masyarakat di atas Tanah Papua. Hal ini diungkapkan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan keuangan Drs.Jeffri Hanny izaak Nirahu saat membacakan Sambutan bupati pada kegiatan perayaan hari pekabaran Injil ke 171 di tanah Papua.

Dikatakan Jefri, Pekabaran Injil bukan hanya tentang masa lalu, bukan hanya tentang sejarah para misionaris yang datang membawa Injil. Pekabaran Injil adalah tentang bagaimana Injil itu terus hidup, bertumbuh, dan berbuah melalui kehidupan jemaat hari ini.

“Sebagai Bupati Boven Digoel, dan juga sebagai bagian dari masyarakat Papua, Saya menyampaikan rasa hormat, terima kasih, dan penghargaan yang tulus kepada Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, khususnya Jemaat-Jemaat GKI di Klasis GKI Boven Digoel, yang selama 171 tahun telah setia menjaga terang Injil tetap menyala di atas Tanah Papua,”ungkapnya.

Dijelaskan Jefri, Sesuai dengan tema pada perayaan hari pekabaran injil ke-171 di tanah papua tahun 2026 yakni, Pertobatan Mendatangkan Keselamatan. Hal tersebut mengingatkan kita bahwa keselamatan itu dimulai dari pertobatan yang sungguh-sungguh. Pertobatan bukan hanya di bibir, tetapi tampak dalam sikap hidup, dalam cara kita berbicara, bersikap, bekerja, dan hidup bersama sebagai jemaat dan sebagai masyarakat.

Sementara Melalui sub tema. Kata Jefri Melalui Momentum Perayaan Pekabaran Injil ke-171, Dapat Mewujudkan Persekutuan Jemaat yang Memiliki Semangat Kepedulian dan Menghadirkan Keselamatan bagi Banyak Orang di atas Tanah Papua.

Jefri juga menegaskan beberapa hal penting bagi Jemaat GKI, khususnya di Klasis GKI Boven Digoel. Yakni, jemaat GKI harus terus menjaga persekutuan yang hidup dan rukun. Perbedaan pandangan, perbedaan latar belakang, bahkan perbedaan karakter, tidak boleh memecah tubuh Kristus. Justru di usia 171 tahun Pekabaran Injil ini, jemaat GKI harus semakin dewasa dalam iman dan kasih.

Selanjutnya, jemaat GKI dipanggil untuk memiliki semangat kepedulian yang nyata. Kepedulian kepada sesama jemaat, kepada orang sakit, kepada keluarga yang berduka, kepada anak-anak, orang muda, dan masyarakat sekitar. Injil harus terlihat dalam tindakan kasih, bukan hanya terdengar dalam khotbah.

Yang ketiga, jemaat GKI harus menjadi pembawa damai dan keselamatan di tengah masyarakat. Jangan biarkan gereja terjebak dalam konflik, perpecahan, atau Sikap saling menjatuhkan. Gereja harus hadir sebagai teladan, sebagai terang, dan sebagai garam bagi lingkungan di mana jemaat berada. “Yang terakir, gereja dan pemerintah harus terus berjalan seiring dan sejalan. Pemerintah Kabupaten Boven Digoel membutuhkan dukungan doa, nasihat, dan peran aktif gereja dalam membangun masyarakat yang bermoral, berkarakter, dan cinta damai. Sebaliknya, pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung kehidupan keagamaan dan pelayanan gereja sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”ungkapnya.[VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *