Penyaluran Bantuan Pangan untuk Merauke dan Boven Digoel Diperpanjang hingga Januari 2026
Uji kualitas dan kuantitas untuk penyaluran Bantuan Pangan di kab. Boven digoel
Merauke, PSP – Pemerintah resmi memperpanjang izin penyaluran Bantuan Pangan untuk wilayah Merauke dan Boven Digoel hingga 31 Januari 2026. Kebijakan ini diambil menyusul keterlambatan distribusi alokasi Oktober–November yang seharusnya rampung pada akhir Desember lalu.
Penundaan ini dipicu oleh kendala logistik pengiriman minyak goreng dari Surabaya serta faktor cuaca yang menghambat jalur distribusi di 2 kabupaten tersebut.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Merauke, Karennu mengatakan bahwa bantuan pangan tersebut awalnya ditargetkan selesai pada 31 Desember. Namun, keterlambatan kedatangan logistik sehingga pemerintah Provinsi menyurat ke ke pusat agar diberikan perpanjangan waktu penyaluran dan disetujui hingga akhir Januari ini.
“ Alokasi Oktober-November itu kan sebenarnya batas penyalurannya 31 Desember. Terus kami menyurat, gubernur menyurat karena yang paling lambat ini kan dua kabupaten, Merauke dan Boven Digoel,” katanya kepada media ini di kantornya, Selasa (6/1/2026).
Karennu menjelaskan, untuk penyaluran di Boven Digoel, ada surat dari pemerintah daerah bahwa memang tidak dapat menyalurkan sesuai waktu yang ditentukan karena salah satu logistik yaitu minyak untuk Bantuan Pangan datang terlambat.
“ Sepuluh kontainer pertama datang tanggal 15 Desember, kontainer berikutnya tanggal 30 Desember, sudah terlambat sekali jadi Boven Digoel sampaikan bahwa perangkat pemerintah sudah ada yang mudik sehingga mereka minta di Januari,” jelasnya.
Sementara untuk di kabupaten Merauke, keterlambatan terutama yang laut karena keterbatasan jadwal kapal dan untuk darat persoalan cuaca beberapa waktu lalu.
“ Jadi sekarang ini teman-teman semua dalam proses pendistribusian karena memang kendalanya kita menunggu minyak karena dikirim dari Surabaya, jadi kemarin kita sudah koordinasi juga dengan berbagai pihak untuk bagaimana Bantuan Pangan ini bisa di prioritaskan,” tambahnya. Sebagai informasi, Bantuan Pangan ini diberikan kepada masyarakat berupa beras dan minyak. Khusus untuk beras yang disalurkan di provinsi Papua Selatan hingga Yahukimo merupakan beras hasil panen petani Merauke.[JON-NAL]
