Wilayah Papua Memliki Potensi Besar dalam Pengembangan PLTA dan PLTS Terapung

0
c283205d-6531-484f-86fa-4b3bf5a20fcf

Merauke, PSP – Belasan jurnalis di berbagai daerah di Papua dan Papua Barat berkesempatan melihat secara langsung project besar Energi Baru Terbarukan(EBT) yang dikembangkan oleh PT PLN (PERSERO). PT PLN (PERSERO) Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat membawa 19 Jurnarlis dari berbagai media di Papua dan Papua Barat untuk melihat secara langsung Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata yang terletak di Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (20/11).

Asisten Manager Komunikasi dan Manajemen Stakeholder PLN UIW Papua dan Papua Barat, Imam Alhakim mengatakan tujuan membawa belasan jurnalis ke PLTA dan PLTS Terapung Cirata untuk memberikan gambaran bagaimana PLN (PERSERO) tengah fokus dalam pengembangan energi bersih dan diharapkan dapat disebarluaskan kepada masyarakat terlebih wilayah Papua memiliki potensi yang besar dalam pengembangan EBT ini.

Lebih lanjut, Imam menuturkan untuk saat ini dari ratusan pembangkit yang beroperasi di Papua, 190 diantaranya merupakan EBT dan itu akan terus bertambah sesuai dengan RUPTL hingga tahun 2034 kedepan.

“ Kalau untuk di Papua sendiri potensinya ada bahwa dari 370-an pembangkit  kita disana, 190 pembangkit itu diantaranya dari EBT yang juga nanti proyek pengembangan ini kedepannya sesuai RUPTL kita di 2025-2034 itu sebanyak 59 pembangkit juga itu menggunakan EBT,” jelasnya kepada wartawan di Purwakarta.

Untuk pengembangan PLTA, lanjut Imam, beberapa yang masuk dalam RUPTL diantaranya di Amai, Mambramo dan kali Digoel yang memiliki potensi yang bisa dimanfaatkan untuk penggunaan EBT.

Sementara untuk PLTS terapung, melihat kondisi wilayah Papua yang banyak terdapat perairan juga bisa dimanfaatkan dalam pengembangan PLTS Terapung seperti yang telah dilakukan di Waduk Cirata. “ Nanti bagaimana kedepannya terkait dengan PLTS  Terapung itu juga nanti bisa di optimalkan, diupayakan disana sesuai dengan karakteristik dan kontur alam disana,” tutupnya.[JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *