Dinkes Boven Digoel Gelar Pelatihan Pelayanan Kesehatan Korban KTPA dan TPPO
Staf ahli Wempi hutubessy saat membuka pelatihan pelayanan kesehatan korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang
Tanah Merah, PSP – Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel gelar pelatihan pelayanan kesehatan korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di fasilitas pelayanan kesehatan. Pelatihan tersebut melibatkan Perawat dan Dokter dari 20 Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Boven digoel, yang berlangsung di hotel honai tanah merah kemarin.
Stif Ahli Bidang pembangunan kemasyarakatan dan SDM Setda Boven Digoel, Wempi Hutubessy saat membacakan sambutan Bupati mengatakan, pelatihan yang diselenggarakan memiliki makna yang sangat penting, karena berkaitan dengan hak hidup, keselamatan, dan martabat manusia, khususnya perempuan dan anak yang merupakan kelompok paling rentan terhadap kekerasan dan eksploitasi.
Dikatakan Wempi, pelatihan tersebut merupakan langkah nyata pemerintah daerah, untuk memastikan bahwa setiap korban yang datang ke fasilitas kesehatan mendapatkan penanganan secara cepat, tepat, dan manusiawi, ditingkat pelayanan dasar di setiap puskesmas. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan tenaga layanan, menjadi bagian penting dalam memastikan terpenuhinya hak korban atas perlindungan dan pelayanan kesehatan yang layak.
Wempi juga bilang, kegiatan pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan dan peran tenaga kesehatan serta tenaga layanan lainnya dalam memberikan pelayanan yang tepat terhadap korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk dalam penanganan tindak pidana perdagangan orang. Dengan meningkatnya kompetensi dan pemahaman tenaga kesehatan, kita mampu menciptakan stabilitas layanan serta menurunkan angka kasus KTPA dan TPPO di wilayah kerja kabupaten boven digoel.
Wempi juga berharap, agar melalui pelatihan tersebut, para peserta dapat memahami secara lebih mendalam, tugas dan tanggung jawab dalam memberikan layanan kesehatan kepada korban, serta meningkatkan kepekaan terhadap kondisi psikologis para korban, dan menjadi agen yang mampu memberikan edukasi dan pencegahan di lingkungan masyarakat. “semoga kegiatan ini benar-benar membawa dampak positif dalam memperkuat sistem respons cepat terhadap kasus kekerasan dan perdagangan orang sekaligus memperkuat komitmen kita bersama untuk menciptakan boven digoel yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan,”pungkasnya.[VER-NAL]
