Panitia Natal Provinsi Papua Selatan Sepakati GOR Hiad Sai sebagai Lokasi Perayaan Natal 2025

0

Merauke, PSP Panitia Natal Provinsi Papua Selatan tahun 2025 resmi menyepakati bahwa perayaan Natal bersama antara Pemerintah Provinsi Papua Selatan, TNI/Polri, dan masyarakat akan dilaksanakan di GOR Hiad Sai, Merauke.

Perayaan Natal tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 29 Desember 2025, dengan mengusung tema nasional Natal tahun ini: “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga.”

Sebelum puncak perayaan, panitia merencanakan pelaksanaan pawai atau parade Natal serta sejumlah lomba. Koordinator lomba, Soleman Jambormias, menjelaskan bahwa mengingat keterbatasan waktu, terdapat dua jenis lomba yang akan digelar.

Lomba pertama adalah lomba hias kandang Natal. Tahun ini lomba dibuat berbeda, karena kandang Natal yang dibuat harus berukuran besar dan menampilkan aktivitas di dalamnya, seperti ibadah, khotbah, maupun pemutaran lagu-lagu Natal.

“Yang dinilai nanti adalah aktivitas di dalam kandang, bukan sekadar pondok Natalnya,” ujar Soleman dalam rapat persiapan, di Gedung Negara, Sabtu (16/11).

Ia menambahkan, pondok Natal tersebut dapat difungsikan sekaligus sebagai pos siskamling selama masa perayaan. Pembuatan kandang Natal sudah dapat dimulai sejak sekarang.

Penilaiannya akan dilakukan pada 5–27 Desember 2025, dan pemenangnya diumumkan serta diberikan hadiah pada 29 Desember 2025, setelah ibadah Natal bersama.

Lomba kedua adalah lomba menyanyi, yang meliputi kategori solo, vokal grup, dan paduan suara, dengan peserta dari gereja-gereja maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Lombanya direncanakan mulai digelar pada 10 Desember 2025.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, saat memimpin rapat persiapan Natal bersama menegaskan bahwa pemerintah daerah harus memastikan masyarakat merasa puas dengan pelaksanaan Natal tahun ini.

“Kita mau pilih pemerintah daerahnya yang enak atau rakyatnya yang puas? Kalau rakyat yang harus puas, berarti kita harus mengeluarkan lebih banyak energi,” kata Ferdinandus.

Ia menjelaskan bahwa jika acara digelar di hotel, persiapannya lebih ringan karena fasilitas sudah siap.

Namun jika dipusatkan di GOR Hiad Sai, maka pemerintah harus benar-benar melayani kebutuhan masyarakat, mulai dari transportasi, konsumsi, dekorasi, hingga perlengkapan acara. Sekda Ferdinandus menambahkan penampilan panggung di GOR harus dipikirkan secara matang agar dapat menghadirkan suasana ibadah yang lebih istimewa. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *