Tiga Mahasiswa Asal Merauke di Rusia Belum Terima Beasiswa Sejak Januari 2025

0
Mahasiswa asal Merauke yang belum mendapatkan beasiswa sejak Januari 2025 sampai dengan sekarang.

Mahasiswa asal Merauke yang belum mendapatkan beasiswa sejak Januari 2025 sampai dengan sekarang.

Merauke, PSP – Tiga mahasiswa asal Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, yang tengah menempuh pendidikan di sejumlah universitas di Rusia, mengaku belum menerima dana beasiswa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke sejak Januari 2025 hingga sekarang.

Ketiga mahasiswa tersebut masing-masing adalah Maria Benedikta Ungkujai, mahasiswa semester IV Jurusan Administrasi Negara di Universitas Negeri Vladivostok, Kota Vladivostok; Agatha Melania K. Nautje, mahasiswa semester IV Jurusan Kecerdasan Buatan dan Ilmu Komputer di National Research Technical University Irkutsk, Kota Irkutsk; serta Kosmas Dewi Kua, mahasiswa semester IV Jurusan Teknologi Infokomunikasi dan Sistem Komunikasi di Mirea – Russian University of Technology, Kota Moskow.

Dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp, Maria Benedikta mengungkapkan hingga kini mereka belum memperoleh kejelasan mengenai pencairan dana beasiswa dari Pemkab Merauke.

“Kami belum mendapatkan uang beasiswa dari bulan Januari 2025 hingga sekarang, Oktober 2025, dari Pemda Kabupaten Merauke,” kata Maria tadi malam.

Maria menjelaskan, pihaknya telah berupaya menghubungi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang sebelumnya menangani program beasiswa tersebut. Namun, mereka justru mendapat informasi bahwa bersangkutan tersebut tidak lagi menangani urusan beasiswa mahasiswa luar negeri asal Merauke.

“Kami tidak tahu harus menghubungi siapa lagi terkait beasiswa ini. Setiap kali kami menghubungi pihak terkait, mereka tidak menanggapi dengan baik, bahkan sering kali hanya membaca pesan kami tanpa membalas,” lanjut Maria.

Ia menambahkan, keterlambatan pencairan beasiswa tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama karena masa berlaku paspor mereka akan habis pada Desember 2025 mendatang. “Batas waktu kami untuk memperpanjang paspor habis di bulan Desember, tapi sampai sekarang Pemda sama sekali tidak memberi respon. Kami benar-benar bingung harus bagaimana,” ujarnya. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *