Keamanan Tidak Terjamin, Dinkes Boven Digoel Tarik Puluhan Tenaga Medis ke Kabupaten
Plt Kadis Kesehatan Boven Digoel Sintia Mahuze
Tanah Merah, PSP – Dinas Kesehatan Boven Digoel kembali menarik puluhan Tanaga kesehatan yang bertugas di wilayah rawan konflik, penarikan tenaga kesehatan yang dilakukan, pihak Dinas Kesehatan Boven Digoel, dikarenakan adanya ketidak nyamanan bagi tenaga kesehatan yang bekerja di setiap puskesmas. Hal ini dikatakan Plt Kepala Dinas Kesehatan Boven Digoel Sintia Mahuze.
” Ada 8 Puskesmas yang tenaga medisnya kita tarik ke Kabupaten, diantaranya puskesmas Yaniruma, Kombay, Firiwage, Kawagit, Bomakia, Fofi, Manggelum dan Puskesmas Ambatkwi,”ungkapnya.
Diakui Sintia, para tenaga medis di 8 Puskesmas tersebut, belum pernah dapat ancam secara kasat mata oleh pihak-pihak yang bersebrangan, namun Meraka para medis tidak nyaman untuk melaksanakan tugas, hal ini juga disebabkan karena sejumlah postingan di media sosial, yang sering kali tenaga kesehatan menjadi sasaran kekerasan dari pihak yang berlawanan, seperti yang terjadi di daerah-daerah lain.
“Kalau untuk ancam belum pernah ada, ini mungkin karena pengaruh media sosial saja yang terlalu kencang, sehingga menimbulkan kekhwatiran dari mereka tenaga medis,”ujarnya.
Dikatakan Sintia, sebelum terjadinya penarikan sejumlah tenaga medis tersebut, selalu Plt Kepala Dinas Kesehatan sudah melakukan berbagai kordinasi baik itu dengan pemerintah daerah, serta TNI Polri yang berada di wilayah Kabupaten Boven Digoel. Untuk sementara menarik para tenaga medis ke kabupaten, Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sudah satu Minggu lebih kita tarik tenaga medis ini, kita masih tunggu sampai situasi membaik dan memastikan para tenaga kesehatan ini mendapatkan jaminan keamanan dari pemerintah, TNI dan Polri baru kita kirim kembali untuk bertugas ,”ungkapnya.
Lebih lanjut Sintia berujar, imbas dari penarikan tenaga medis tersebut, hingga saat ini pelayanan kesehatan di 8 Distrik tersebut tidak berjalan efektif, pelayanan saat ini hanya bersifat urgent, karena masih terdapat satu hingga dua tenaga kesehatan yang merupakan orang asli Papua yang memilih bertahan. Sementara yang lainnya memilih untuk kembali ke kabupaten.
Menurut Sintia, hingga saat ini baru terdapat satu Distrik yang siap tenaga medisnya di kembalikan bertugas yakni Distrik Yaniruma, sementara 7 Distrik lainnya hingga saat ini belum ada kepastian kapan para tenaga medis ini kembali bertugas, namun pihaknya terus melakukan kordinasi dengan pemerintah distrik dan kampung serta pihak TNI polri agar situasi ini secepatnya diatasi. “Kalau yang di distrik Yaniruma, mungkin Minggu depan mereka sudah kembali bertugas, sementara yang lain belum, namun kita masih terus lakukan kordinasi, agar secepatnya mereka ini kembali bertugas,”pungkasnya.[VER-NAL]
