Akses Jalan Belum terhubung Penjadi Penghambat Pendataan OAP di Boven Digoel

0
Plt Kepala Dinas Dukcapil Boven Digoel Paskalis Amote

Plt Kepala Dinas Dukcapil Boven Digoel Paskalis Amote

Tanah Merah, PSP – Akses Jalan dan Transportasi yang belum terhubung ke Kampung-kampung di pedalaman Boven Digoel menjadi penghambat dalam Pendataan terhadap Orang Asli Papua (OAP). Salah satu contohnya ketika Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, (Disdukcapil) melaksanakan pendataan di Kampung Kuken dan Awatken, situasi yang dihadapi adalah buruknya kondisi jalan serta terbatasnya sarana transportasi. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Disdukcapil Kabupaten Boven Digoel Paskalis Amote.

Dikatakan Paskalis, pendataan di dua kampung tersebut memang sukses dilakukan selama kurang lebih satu minggu. Namun, jalur yang tempuh sangat berat, melihat kondisi ini ia berharap kepada pemerintah daerah agar lebih serius memperhatikan masalah jalan.

Dijelaskan Paskalis, medan yang harus dilalui tim sangat menantang. Jika melalui jalur sungai, petugas dihadapkan pada arus deras, sementara jalur darat memaksa mereka harus melewati hutan lebat karena akses jalan belum tersedia dengan baik.

Dengan kondisi akses yang minim, Paskalis menegaskan pentingnya perhatian serius dari semua pihak agar masyarakat di pedalaman tidak semakin terisolir dan tetap mendapat pelayanan dasar, termasuk dalam hal administrasi kependudukan.

“Harapan kita agar akses jalan ini harus di buka, sehingga memudahkan pelayanan pemerintah masuk sampai ke kampunh-kampung, kalau akses jalan ke Kampung kuken ini harus melalui hutan rimba,”ujarnya.

Paskalis menambahkan, selain pendataan, masyarakat juga menyampaikan aspirasi, agar Pemerintah daerah dan DPRK Boven Digoel untuk kedepan memperjuangkan pembangunan infrastruktur jalan ke kampung-kampung.

Selain kendala teknis, Paskalis juga menyampaikan aspirasi masyarakat yang ditemui. Warga mengharapkan agar pemerintah daerah bersama DPRK Boven Digoel memperjuangkan pembangunan infrastruktur jalan ke kampung-kampung pedalaman, terutama Kampung Kuken dan kampung-kampung lainnya yang masi terisolir. “Memang harus di akui bahwa dua kampung ini memang sulit, kalau melalui sungai, harus melawan arus, dan butuh biaya mahal, kalau darat, harus menelusuri hutan belantara puluhan kilo jauhnya. Perjalanannya satu hari kalau dari distrik ke kampung Kuken,”pungkasnya.[VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *