Pertamina PaMaLu Perkuat Penyaluran BBM Subsidi untuk Dukung Swasembada Pangan Papua Selatan

0
Tampak petani tengah berada di sawah menggunakan mesin pertanian. (Foto Pertamina)

Tampak petani tengah berada di sawah menggunakan mesin pertanian. (Foto Pertamina)

Merauke, PSP – Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memperkuat penyaluran BBM Subsidi di Papua Selatan.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo mengatakan, hal ini untuk mendukung program swasembada pangan.

Guna memastikan operasional alat pertanian berjalan optimal, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menyalurkan BBM bersubsidi langsung kepada para petani, bekerja sama dengan Dinas Pertanian.

“Supaya BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan membantu petani, kami menggunakan data rekomendasi dan barcode Xstar dari Dinas Pertanian. Lewat barcode ini, kami bisa cepat mengidentifikasi petani yang berhak menerima subsidi untuk mendukung program Food Estate Merauke,” ujar Awan Raharjo.

Pertamina telah menyiapkan 10 SPBU khusus yang melayani petani dengan sistem rekomendasi dan barcode Xstar dalam pengelolaan awal 60 ribu hektare lahan. Seiring percepatan pembukaan lahan, direncanakan penambahan target 5.000 hingga 6.000 hektare, yang turut mendorong rencana pembukaan tiga SPBU tambahan untuk memenuhi kebutuhan BBM petani.

“Kami diberi amanah untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan lancar, terjangkau, dan tepat sasaran. Dengan sistem SPBU khusus dan dukungan Dinas Pertanian, kami optimistis distribusi BBM untuk alat pertanian tidak lagi terkendala,” kata Awan.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari sekaligus penanggung jawab program swasembada pangan Papua Selatan, Dr. Oeng Anwarudin, S.Pt., M.Si., menjelaskan bahwa Xstar adalah aplikasi yang dikembangkan oleh BPH Migas.

Aplikasi ini memudahkan OPD menerbitkan surat rekomendasi bagi masyarakat berhak, seperti petani, nelayan, dan pelaku UMKM, agar mendapatkan akses BBM subsidi.

“Seluruh pelayanan kini sudah berbasis aplikasi. Surat rekomendasi dilengkapi barcode yang dapat dipindai di SPBU. Setelah diverifikasi, akan muncul kuota BBM yang dapat dibeli dan langsung dilayani. Ini tidak hanya memastikan harga terjangkau, tapi juga menjamin transparansi distribusi,” jelas Oeng. Dengan kolaborasi lintas sektor, program Food Estate Merauke diharapkan dapat mewujudkan kemandirian pangan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani serta masyarakat Papua Selatan. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *