DPR : 9 Pengunjuk Rasa Jaringan Rusak di Merauke Akan Dibawa ke Jakarta Menyampiakan Aspirasi
DPR Provinsi Papua Selatan saat berbicara dengan Jendral lapangan aksi unjuk rasa jaringan rusak di Meraule Andika Labobar usai RDP.
Merauke, PSP — Sebanyak sembilan orang pengunjuk rasa yang menyoroti buruknya jaringan internet di Provinsi Papua Selatan akan difasilitasi untuk berangkat ke Jakarta guna menyampaikan langsung aspirasi mereka kepada pemerintah pusat dan pihak terkait.
Informasi ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPR Provinsi Papua Selatan dan Aliansi Mahasiswa dan masyarakat Papua Selatan di Kantor DPR Provinsi Papua Selatan, Senin (1/9).
“Delapan orang dari aliansi mahasiswa akan dibawa ke Jakarta, ini difasilitasi langsung oleh Gubernur Papua Selatan. Sementara satu orang tambahan akan saya fasilitasi secara pribadi. Jadi total sembilan orang,” ujar Ketua Komisi II DPR Provinsi Papua Selatan, Charles Gomar, kepada wartawan usai RDP.
Menurut Gomar, langkah ini merupakan bentuk respons serius terhadap keluhan masyarakat yang selama ini terdampak oleh gangguan jaringan internet yang terjadi secara berulang.
Ia menyebut, keberangkatan para perwakilan pendemo ke Jakarta bertujuan untuk menyuarakan langsung keresahan masyarakat kepada kementerian terkait dan pihak Telkom.
“Targetnya adalah mendorong pemerintah pusat untuk membangun jalur alternatif jaringan, baik melalui kabel darat maupun laut,” tambah Gomar.
Meski demikian, Gomar menyebut keberangkatan tersebut masih mempertimbangkan situasi di Jakarta. “Kita akan lihat dulu kondisi Jakarta, apakah memungkinkan. Karena perjalanan dinas ini hanya lima hari,” pungkasnya.
Ditempat yang sama Ketua DPR Provinsi Papua Selatan Heribertus Silubun, mengatakan akan mengkomunikasikan jadwal keberangkatan lebih lanjut. “Difasilitasi oleh Pak Gubernur 8 orang, oleh pak ketua komisi II satu orang, maka ada 9 orang, nanti kita akan mengkomunikasikan kapan perjalanan untuk memperjuangkan aspirasi ini,” jelas Heribertus Silubun. [ERS-NAL]
