Perempuan Asli Papua Selatan Bentuk Lembaga Adat Perempuan Pertama, Cakup 7 Wilayah Adat
Pelantikan dan pengukuhan Ikatan Perempuan Auyu Merauke.
Merauke, PSP — Langkah besar diambil perempuan-perempuan asli Papua Selatan, Rabu (6/8), dengan dimulainya pembentukan lembaga perempuan adat pertama di Provinsi Papua Selatan.
Inisiatif ini resmi dimulai dengan pelantikan pengurus Ikatan Perempuan Auyu Kabupaten Merauke, yang diketuai Katharina Maria Yaas.
Organisasi ini menjadi tonggak awal dari rencana besar membentuk lembaga perempuan yang mencakup tujuh wilayah adat di Papua Selatan,
Katharina Maria Yaas resmi dikukuhkan sebagai Ketua Ikatan Perempuan Auyu, yang menjadi organisasi perempuan adat pertama dalam kerangka pembentukan lembaga besar perempuan asli Papua Selatan.
Ketua Steering Committee, Natalia Kalo, menyatakan bahwa pelantikan ini adalah tahap awal menuju pembentukan organisasi perempuan yang lebih besar di tingkat provinsi.
“Di dalam lembaga ini akan ada pelatihan dan pemberdayaan perempuan di semua bidang. Setelah memperoleh legitimasi hukum, tahap selanjutnya adalah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) pertama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Formatur Persiapan Kongres I Perempuan Asli Papua Selatan, Natalia Teraka, menjelaskan bahwa pihaknya tengah merancang kongres pertama perempuan asli Papua Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2025.
“Kongres ini akan mengakomodir semua organisasi perempuan berbasis suku di Papua Selatan, seperti komunitas Ikatan Perempuan Malind, Muyu, Wambon, Asmat, Wiyaghar, dan Yaghai, termasuk wilayah Boven Digoel,” jelas Teraka.
Ia menambahkan, seluruh proses pengukuhan dan pelantikan organisasi perempuan adat dilakukan dengan deklarasi bersama para ketua suku dari masing-masing wilayah adat, disaksikan oleh berbagai elemen masyarakat.
“Ada keterlibatan Dinas Pemberdayaan Perempuan, MRP Pokja Perempuan, tokoh agama, rohaniwan, serta ikatan kepala suku. Mereka semua menjadi bagian dari proses deklarasi ini,” ungkapnya.
Ketua Ikatan Perempuan Auyu Merauke, Katharina Maria Yaas, menegaskan bahwa organisasi ini akan terdaftar di Kesbangpol dan memenuhi seluruh syarat sebagai asosiasi perempuan asli Papua.“Ikatan ini adalah organisasi perempuan berbasis kultur. Kami ingin perempuan Papua tidak hanya berdaya secara budaya, tapi juga dalam sektor ekonomi dan kesehatan. Ke depan, komunitas ini akan bersinergi dengan komunitas perempuan di seluruh Nusantara,” tuturnya. Pengukuhan perdana ini turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Merauke Ny. Nova Gebze, anggota DPD RI Dapil Papua Selatan Rudi Tirtayana, unsur TNI-Polri, MRP Provinsi Papua Selatan, serta pemerintah Kabupaten Merauke. [ERS-NAL]
