Kasatpol PP Sebut Rumah Kos Marak Dijadikan Tempat Aktivitas Prostitusi Online

0
Petugas saat melaksanakan operasi Yustisi

Petugas saat melaksanakan operasi Yustisi

Merauke, PSP – Pada Senin 4 Agustus lalu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten Merauke menggelar operasi Yustisi di beberapa titik lokasi di wilayah distrik Merauke.

Kepala Satpol PP kabupaten Merauke, Fransiskus Kamijai mengatakan pihaknya bersama petugas Distrik Merauke, Kelurahan sampai dengan di tingkat RT melakukan penertiban administrasi kependudukan bagi penghuni khususnya penghuni rumah kos.

Fransiskus menjelaskan operasi Yustisi kali ini difokuskan di 3 kelurahan dan 1 kampung yang ada di distrik Merauke untuk melakukan penertiban, pengecekan dari pintu ke pintu terhadap tempat-tempat kos yang dicurigai penghuninya tidak memiliki domisili yang tidak jelas dan aktivitas didalam tidak jelas.

“ Ada 4 tim yang kita bagi di kelurahan Muli, Kamahedoga, kelurahan Maro dan kampung Buti. Ada tempat-tempat yang memang disalahgunakan yang notabenenya disitu ijin rumah kos tetapi didalam penghuninya ada aktivitas lain yang dilakukan, contoh saja mungkin disitu ternyata ada aktivitas prostitusi online didalam,” katanya kepada wartawan.

Lebih lanjut, dalam operasi Yustisi tersebut, pihaknya temukan penghuni kos yang tidak memiliki identitas kependudukan yang jelas termasuk tempat-tempat kos yang dicurigai dijadikan tempat prostitusi online.

Fransiskus juga mengungkapkan aktivitas prostitusi online di kabupaten Merauke sudah semakin marak sehingga operasi Yustisi ini dilakukan salah satunya untuk menertibkan aktivitas tersebut.

“ Kalau prostusi online di Merauke sudah marak, selain modusnya di kos-kosan dan juga ada beberapa hotel yang kita masuk,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Merauke, Arnoldus Rudolf menambahkan dalam operasi Yustisi ini juga melibatkan petugas Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Merauke guna mengantisipasi penyebaran HIV/Aids di tempat-tempat yang dicurigai dijadikan tempat prostitusi online.

“ Ini turun sekaligus dengan tim dari KPAD Merauke, jadi untuk sasaran atau target operasi yang tadi didatangi langsung diambil sampel bagi penghuni kos-kosan yang dicurigai melakukan aktivitas prostitusi online untuk diperiksa HIV-nya. Sehingga ini mengantisipasi penyebaran yang sudah mulai meningkat di kabupaten Merauke khusus distrik Merauke,” tambahnya. Arnold juga menambahkan kedepannya operasi Yustisi ini juga akan menyasar rumah kos di beberapa kelurahan lainnya. [JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *