JKN Selamatkan Lengan Kecil Steven
Merauke, PSP – Musibah bisa datang kapan saja, bahkan kepada anak-anak yang sedang bermain tanpa rasa curiga. Hal ini dialami oleh Steven, bocah laki-laki berusia 9 tahun asal Merauke yang mengalami kecelakaan kecil namun berdampak besar.
Saat itu, Steven sedang bermain bersama teman-temannya. Tak sengaja, ia terpeleset saat berlari dan jatuh dengan posisi tangan menahan badan. Akibatnya, lengan kanannya mengalami patah tulang.
Ibunya, Regina, menceritakan detik-detik kejadian tersebut dengan suara bergetar.
“Waktu saya diberitahu, saya lihat Steven sudah menangis menahan sakit. Tangan kanannya bengkak dan saangat sakit jika digerakkan. Kami langsung bawa ke rumah sakit,” kenangnya.
Di rumah sakit, Steven langsung diperiksa oleh dokter dan dilakukan foto rontgen. Hasilnya menunjukkan bahwa Steven mengalami fraktur pada lengan , sehingga membutuhkan penanganan segera berupa pemasangan gips dan rawat inap.
Di tengah kepanikan, Regina sempat merasa takut soal biaya pengobatan.
“Sebagai orang tua, saya pasti ingin yang terbaik untuk anak saya. Tapi jujur saja, saya sempat khawatir, karena kami bukan keluarga mampu. Syukur sekali, Steven sudah terdaftar sebagai peserta JKN. Semua biaya ditanggung BPJS Kesehatan,” ujar Regina, penuh rasa syukur pada Rabu (06/08).
Regina mengatakan, sejak Steven dirawat hingga menjalani kontrol berkala, ia tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Semua kebutuhan medis Steven, mulai dari konsultasi dokter, pemeriksaan radiologi, pemasangan gips, hingga pengobatan lainnya ditanggung penuh oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.
“Petugas rumah sakit hanya minta nomor NIK dan cek status JKN anak saya. Setelah itu, semua prosesnya lancar dan tidak dipersulit. Saya betul-betul terbantu,” tambah Regina.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Erika Verayanti Lumban Gaol, turut menyampaikan bahwa kisah Steven merupakan contoh nyata pentingnya menjadi peserta aktif Program JKN, bahkan untuk anak-anak sekalipun.
“Program JKN bukan hanya untuk orang dewasa atau lansia, anak-anak juga sangat perlu terlindungi. Karena risiko kesehatan bisa datang kapan saja, seperti yang dialami Steven. Kalau sudah terdaftar dan aktif, peserta tidak perlu bingung dengan biaya layanan kesehatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Erika mengajak masyarakat Merauke untuk tidak menunda pendaftaran JKN.
“Kami mengimbau semua orang tua untuk memastikan anak-anak mereka tercatat sebagai peserta JKN aktif. Tidak perlu menunggu jatuh sakit, karena ketika kejadian mendesak datang, perlindungan JKN itu sangat berarti,” imbuhnya.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus membuktikan komitmennya sebagai solusi atas perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia, tanpa memandang usia, status pekerjaan, atau kemampuan finansial.
Bagi Regina, keberadaan JKN bukan hanya menyelamatkan kondisi kesehatan anaknya, tetapi juga menyelamatkan kondisi keuangan keluarga.
“Kalau harus bayar sendiri, mungkin saya harus tunda pengobatan karena belum ada uang. Tapi dengan JKN, saya bisa fokus menjaga Steven sampai sembuh,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Kisah Steven menjadi pengingat bahwa sakit bisa datang tanpa permisi, bahkan dalam momen sederhana seperti bermain. Namun dengan kepesertaan aktif JKN, masyarakat tidak perlu takut menghadapi risiko biaya kesehatan yang tinggi.
BPJS Kesehatan Cabang Merauke akan terus berupaya memberikan edukasi dan layanan terbaik bagi seluruh masyarakat Papua Selatan. Karena JKN adalah milik bersama, sebagai bentuk gotong royong bangsa dalam menjaga kesehatan semua warga negara dari bayi hingga lansia, dari kampung hingga kota.[JON-NAL]
