Terlalu Lama Menanti, SD Santa Theresia Buti Tidak Berharap Lagi Program MBG

0
Marselina Kamenong, S.Pd

Marselina Kamenong, S.Pd

Merauke , PSP – Sudah berbulan-bulan ditunggu, namun Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang pemerintah belum juga hadir di SD YPPK Santa Theresia Buti, Merauke.

Sekolah dasar yang dihuni sekitar 80 persen anak-anak asli Papua ini sebenarnya sangat terbuka terhadap kehadiran program tersebut. Tapi sampai hari ini, belum ada tanda-tanda kapan bantuan itu akan datang.

“Sekarang kami sudah tidak berharap lagi,” ujar Kepala Sekolah Marselina Kamenong, S.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (05/07). Ia berbicara dengan nada datar, mencerminkan rasa kecewa yang tak lagi bisa disembunyikan.

“Kalau ada, ya kami terima. Kalau tidak juga, kami mau bagaimana? Ini juga sudah dari bulan berapa, tapi belum sampai juga ke sekolah kami,” lanjutnya.

Padahal, menurut Marselina, pihak sekolah sejak awal sudah siap mendukung program MBG. Ia percaya makanan bergizi sangat penting bagi tumbuh kembang anak-anak, seperti disekolah nya yang masih memiliki banyak keterbatasan.

Untuk saat ini, kebutuhan makan para siswa masih ditopang oleh inisiatif orang tua dan kantin sekolah. Jika anak-anak tidak sempat sarapan di rumah, biasanya orang tua datang mengantar makanan, atau anak-anak membeli sendiri di kantin.

Namun tentu saja, kata Marselina, itu tidak bisa dibandingkan dengan dampak yang bisa diberikan oleh program MBG jika dijalankan dengan baik dan merata.

Program MBG merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang bertujuan menekan angka stunting dan meningkatkan asupan gizi anak-anak di sekolah. Sayangnya, implementasinya belum menjangkau semua wilayah, termasuk sekolah-sekolah di daerah timur Indonesia. “Kami tetap jalankan yang kami bisa. Tapi kalau pemerintah serius, ya tolong jangan lupa anak-anak disekolah ini,” pungkas Marselina.[CR1-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *