Lewat BPJS Online, Warga Kampung Mimi Baru Tak Perlu Jauh Urus JKN
Merauke, PSP- Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan kini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah pelosok. Salah satunya adalah warga Kampung Mimi Baru, Distrik Jagebob, Kabupaten Merauke. Dengan hadirnya layanan BPJS Kesehatan secara online, masyarakat kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kota hanya untuk mengurus administrasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kegiatan layanan BPJS Kesehatan secara daring ini difasilitasi melalui pendampingan petugas BPJS Kesehatan Cabang Merauke, dengan dukungan penuh dari aparat kampung. Layanan yang diberikan antara lain pengecekan status kepesertaan, perubahan fasilitas kesehatan tingkat pertama (faskes), pendaftaran bayi baru lahir, perubahan kelas rawat hingga edukasi penggunaan aplikasi Mobile JKN.
Fery Saputra, Kepala Kampung Mimi Baru mengungkapkan rasa terima kasih atas inisiatif tersebut. Menurutnya, kehadiran BPJS Kesehatan secara langsung ke wilayah mereka meski berbasis layanan online membantu menjawab kesenjangan layanan publik yang selama ini dirasakan masyarakat.
“Dulu kalau mau ubah faskes atau tanya kartu aktif atau tidak, masyarakat harus ke Merauke. Itu bisa butuh waktu dan biaya besar. Sekarang, petugas datang langsung, bawa layanan online, kami tinggal serahkan data, semua bisa diurus di kampung,” ujar Fery pada Selasa (01/07).
Kampung Mimi Baru merupakan salah satu wilayah yang jaraknya jauh dari pusat kota Merauke. Hal ini kerap menjadi kendala dalam hal pelayanan administrasi publik, termasuk layanan jaminan kesehatan. Namun kini, dengan adanya sosialisasi dan bantuan teknis dari BPJS Kesehatan, warga diajarkan bagaimana cara menggunakan layanan digital melalui aplikasi Mobile JKN, yang bisa diakses lewat ponsel pintar.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Erika Verayanti Lumban Gaol menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi transformasi mutu layanan berbasis digital yang terus dikembangkan BPJS Kesehatan, dengan tetap memperhatikan konteks wilayah dan kebutuhan peserta.
“Kami ingin memastikan bahwa layanan JKN dapat diakses oleh semua peserta, tanpa terkecuali. Di wilayah seperti Kampung Mimi Baru, pendekatan jemput bola dan pendampingan layanan online menjadi pilihan utama. Ini bukti bahwa digitalisasi bisa menjangkau hingga ke pelosok,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa penggunaan Mobile JKN bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri dalam mengakses informasi dan layanan kesehatan mereka.
Dalam kegiatan tersebut, warga dilayani langsung oleh petugas yang membuka posko digital keliling. Salah satu warga, Sri Mulyati (43) peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. Ia memanfaatkan kesempatan untuk mengecek status aktif kepesertaan JKN miliknya dan keluarga sekaligus mengubah fasilitas kesehatan tingkat pertama agar lebih dekat dari tempat tinggalnya.
“Saya tidak tahu sebelumnya kalau bisa cek kartu dan ubah faskes lewat HP. Tadi dibantu petugas, sekarang saya sudah tenang karena mengetahui bahwa status kepesertaan saya dan keluarga aktif dan dapat digunakan. Senang sekali karena tidak perlu ke kota,” tutur Sri dengan senyum lega.
Selain pelayanan digital, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk edukasi tentang pentingnya menjaga kepesertaan aktif, mendaftarkan bayi baru lahir, serta penggunaan fitur-fitur penting lainnya seperti antrean online dan skrining riwayat kesehatan di aplikasi Mobile JKN.
Kepala Kampung Mimi Baru berharap kegiatan serupa bisa dilakukan secara berkala agar masyarakat terbiasa dan lebih paham mengurus administrasi kesehatan secara mandiri.
“Kami harap ini tidak hanya satu kali. Kalau bisa, tiap beberapa bulan ada lagi. Anak-anak muda kami juga jadi semangat belajar teknologi,” pungkasnya.
Transformasi layanan BPJS Kesehatan tidak hanya terjadi di kota-kota besar. Cerita dari Kampung Mimi Baru membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, layanan digital bisa menjangkau masyarakat hingga ke titik terluar memberikan rasa aman, mudah, dan setara bagi seluruh peserta JKN.[JON-NAL]
