Di Tengah Peringatan Dini BMKG, Masih Ada Nelayan yang ‘Ngeyel’

0
Nelayan Tajudin bersama temannya sedang mengecek keamanan kapal saat berlabuh

Nelayan Tajudin bersama temannya sedang mengecek keamanan kapal saat berlabuh

Merauke, PSP  –  Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Mopah Merauke mengeluarkan peringatan dini akan adanya banjir pesisir atau banjir rob di wilayah pesisir selatan di kabupaten merauke. Peringatan dini banjir ro itu berlaku mulai 23 Juni hingga 29 Juni 2025 yang dikarenakan adanya fenomena perigee atau jarak terdekat antara bumi dan bulan yang dapat mengakibatkan cuaca buruk.

Di tengah peringatan dini itu masih banyak nelayan yang ‘ngeyel’ dan tetap berangkat melaut untuk mencari ikan di perairan Arafura. Padahal kondisi cuaca ini sangat beresiko bagi nelayan khususnya  saat beraktifitas di laut. Memang sebagian nelayan memilih untuk berlabuh saja sembari berbenah jaring atau kapal.

Tajudin, salah satu nelayan di pesisir Lampu Satu Merauke mengemukakan beberapa hari sebelumnya ia sudah mendengar informasi cuaca yang perkiraan cuaca oleh BMKG. Kemudian, dari anggota keluarganya yang juga seorang nelayan menyarankan sebaiknya mengurungkan niat dulu untuk menjaring di laut. 

“Saya sudah dengar, makanya saya lebih baik di darat saja sambil perbaiki jarring”, tuturnya di sela-sela mengecek kondisi kepalnya yang sedang berlabuh.

Tajudin yang sudah puluhan tahun mengarungi laut Arafura itu memilih  berlabuh saja dan tidak mau mengambil resiko buruk. Ditambah,  tahun 2024 ia pernah memaksakan melaut ditengah peringatan BMKG dan nyaris tenggelam dihantam ombat hingga membuat dirinya trauma.

“Tahun lalu itu saya hampir lewat (mati tenggelam,red) karena cuaca yang tidak mendukung. Makanya saya sudah trauma. Kalau ada informasi cuaca tinggi, lebih baik di darat saja dulu sampai cuaca membaik”, tutur pria Bugis itu. Menurutnya nelayan yang masih nekad melaut saat ini mungkin belum pernah  mengalami trauma akibat dihantam ombak. Bagi nelayan yang sudah puluhan tahun menjelajahi laut arafura, pasti akan berlabuh dengan situasi cuaca saat ini. Laut Arafura terkenal dengan ombaknya yang ganas, terutama di beberapa bagiannya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kondisi cuaca dan karakteristik geografis perairan tersebut.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *