19 Juli 2024

Cerita Pilu Istri dari Salah Satu ABK yang Ditangkap Otoritas Australia, Lenni : Saya Mau Operasi Melahirkan Ini

0

Leni, istri dari Ahmad alias Pokalis

Merauke, PSP – Rasa cemas menghantui perasaan dan batin Leni, istri dari Ahmad alias Pokalis, salah satu dari anak buah kapal (ABK) KMN Iksan Jaya 03 yang ditangkap otoritas Australia 18 Juni 2024 lalu karena memasuki perairan negara tersebut.  Ia hanya bisa memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa agar suami tersayang, adiknya hingga ABK lainnya bisa selamat dan berkumpul bersama keluarga lagi.

Saat ditemui media ini di rumah pemilik kapal, Balumbung, di kampung tengah, Kelurahan Samkai, wanita yang sedang mengandung anak keduanya itu hanya bisa meneteskan air mata sembari menunggu kabar dari rekan-rekan suaminya maupun pemilik kapal. Kira-kira kabar apa yang bisa membuat hatinya tenang. Dimana, saat ini ia sedang persiapan operasi sesar untuk anak keduanya.

“Saya ini cemas sekali, suami saya namanya Ahmad dan adik saya Nanda. Mereka kerja di kapal yang sama KMN Iksan”,tutur wanita itu sembari mengelus perutnya, Senin (24/6/2024).

Suaminya itu, kata Lenni, berangkat berlayar 3 Juni 2024 lalu dari Merauke untuk menjaring ikan.  Sejak itu pula ia tidak ada berkomunikasi dengan sang suami. Begitu mendengar kabar, ia kaget bila sang pujaan hati ditangkap petugas di Australia. “Tadi pagi baru dengar informasi ini (ditangkap,red) dari pak Taufik dan temannya suamiku”, ceritanya.

Dia berharap pemerintah Indonesia bisa membantu memulangkan semua ABK yang ditangkap di Australia. “Kita harap itu pak”, ujarnya.

Di tempat terpisah, Linda, istri dari Budi, ABK KMN Nurlela 05 juga merasa gundah gulana mendengar suaminya juga ditangkap di hari yang sama oleh petugas Australia. Rupanya, di kapal yang sama, anaknya juga ada yang ikut bekerja sebagai ABK.

“Informasi yang kami dapat, semua ABK baik-baik saja di Australia”, singkatnya.

Linda, istri dari Budi

Ia juga menyampaikan harapan yang sama, agar pemerintah bisa  membantu mengurus masalah yang dihadapi para ABK dan bisa dipulangkan ke Indonesia. “Kami mohon bapak pemerintah bisa bantu”, pintanya.

Ditambahkan sudah puluhan tahun suaminya kerja di kapal, namun baru kai ini ditangkap.

Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Papua Selatan, Taufik Latarisa mengatakan atas musibah yang terjadi pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah lewat dinas terkait bahkan dengan Kemenlu dan Kedutaan Besar Repubik Indonesia (KBRI ) di Australia. Desuai informasi yang diperoleh, ada empat kapal nelayan asal Merauke yang ditangkap. Dua kapal ditahan di Australia bersama 15 anak buah kapal (ABK), satu  kapal ditenggelamkan dan satunya lagi dipulangkan ke wilayah perairan Indonesia.

“Kita sedang berkoordinai dgan KBRI yang ada di sana untuk mendalami kesalahan-kesalahan para nelayan ini”, tukas Taufik di kediamannya. (FHS/NAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *