15 Juli 2024

KWI Dukung PMKRI Bahas Topik Lingkungan dalam Kongres Mendatang

0

PMKRI bersama Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Merauke, PSP – Kongres Nasional XXXIII dan Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota XXXII PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) akan segera digelar di Merauke, Papua, mulai tanggal 7 hingga 13 Juli 2024 mendatang.

Namun, pembahasan tidak hanya sebatas isu-isu nasional, melainkan juga menyoroti masalah lingkungan yang kian mendesak.

Mengenai pembahasan isu lingkungan yang akan menjadi salah satu topik krusial dalam Kongres, juga sudah mendapatkan dukungan dari Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC saat ditemui pengurus PMKRI beberapa waktu lalu.

Ketua Panitia Pelaksana Kongres dan Sidang MPA PMKRI tahun ini, Lambertus Ayiriga, menegaskan bahwa perhatian terhadap lingkungan adalah sebuah keharusan.

“Lingkungan menjadi tanggungjawab kita untuk diperjuangkan bersama oleh kaum muda, terutama pemuda Katolik di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ayiriga mengingatkan bahwa lingkungan adalah habitat bagi semua makhluk. “Lingkungan adalah habitat bagi semua makhluk, baik manusia maupun hewan,” katanya.

Dalam kongres yang akan datang, PMKRI berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus kepada masyarakat lokal yang terkena dampak langsung dari perambahan hutan. Maka itu, gereja selayaknya menjadi wadah dan pemuda menjadi jembatan untuk hal dimaksud.

“Kami percaya gereja adalah tempat yang tepat untuk masyarakat mengadu, dan kami sebagai PMKRI harus hadir untuk mereka,” tegas Ayiriga.

Dengan demikian, kongres PMKRI di Merauke bukan hanya sekedar forum diskusi tentang isu-isu nasional, tetapi juga menjadi panggung bagi pemuda Katolik untuk bersuara tentang perlindungan lingkungan hidup, menggarisbawahi pentingnya kesadaran dan aksi kolektif dalam menjaga bumi yang kita huni.

Disadur dari WartaJogja.Id sebelumnya, PP PMKRI dipimpin Tri Urada menyuarakan isu lingkungan yang belakangan kembali digaungkan, kehadapan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jakarta.

Topik lingkungan yang akan dibahas dalam kongres nanti, mendapat dukungan dari KWI.

“Kerusakan secara terus-menerus yang dilakukan oleh manusia terhadap lingkungan sebagai satu tanda kecil dari krisis etika, budaya dan spiritual modernitas. Karena itu Gereja Katholik yang universal menjadikan ensiklik “Laudato Si” dan “Laudato Deum” sebagai panduan untuk bertindak dalam rangka menjaga bumi sebagai rumah bersama sehingga kita harus mendengar dan melihat jeritan alam,” ujar Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC.

Tri Udari juga berpendapat, bahwa kepasifan dan keaktifan manusia dalam merespon krisis ekologi ini akan menentukan jalan cerita ekosistem lingkungan hidup dan keberlangsungan kehidupan bumi di masa mendatang. “Kami memulainya dari PMKRI,” tegas Tri Urada. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *