19 Juni 2024

Jaga Kelestarian Lingkungan, Pertamina Papua Maluku Tanam 30.000 Bibit Mangrove

0

Merauke, PSP – Aspek penting dalam kehidupan sebagian besar berasal dari adanya hutan mangrove. Perannya sebagai paru-paru dunia mampu melindungi masyarakat pesisir dari risiko terkena gelombang tinggi atau tsunami. Hutan mangrove pun merupakan habitat penting bagi organisme laut.

Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia, tetapi juga kerusakan di wilayah hutan mangrove masih banyak terjadi di Indonesia. Padahal, mangrove merupakan penyelamat ekosistem pesisir.

Melihat kenyataan tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku bergerak untuk mewujudkan kegiatan Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan serta Tujuan Pembangunan Keberlanjutan (SDG’s) melalui aksi nyata penanaman 3.000 bibit mangrove di Pantai Batu Licin Dok VIII (Area Integrated Terminal Jayapura), Kelurahan Imbi, Kecamatan Jayapura Utara, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Kegiatan penanaman 3.000 bibit mangrove yang dilaksanakan pada hari Rabu (20/03/2024)  dipimpin langsung oleh Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Sunardi bersama jajaran Tim Manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku yang diikuti masyarakat setempat.

“Hal ini merupakan aksi nyata dari Pertamina dalam menjaga kelestarian laut, dan penanaman bibit mangrove hari ini merupakan bentuk kolaborasi dari perusahaan bersama komunitas mangrove Dok VIII Jayapura sebagai bentuk TJSL dan juga guna mencegah terjadinya abrasi pantai,” jelas Sunardi.

Lanjut Sunardi bahwa dalam penanaman bibit mangrove yang dilakukan ini merupakan bagian dari upaya Pertamina pada dekarbonisasi yang berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Sekali lagi, ini sebagai upaya perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan dimana kami sendiri kerjanya bersentuhan dengan laut, sehingga perlu adanya dilakukan kegiatan penanaman bibit mangrove agar ekosistem laut tetap dapat terjaga,” ujarnya.

Sunardi mengajak kepada masyarakat setempat untuk dapat saling bersinergi dalam menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan di pesisir Pantai Batu Licin.

“Penanaman ini dapat berkontribusi untuk menahan laju pemanasan global, karena mangrove bisa membantu mengurangi emisi karbon dioksida, harapannya lingkungan tetap terjaga, dan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, selain itu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat,” katanya lagi.

Edi Mangun selaku Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku berharap agar bantuan yang diberikan bisa dijaga dan dikembangkan dengan baik oleh masyarakat setempat.

“Kami berharap, agar program yang sudah dijalankan dan direncanakan ini dapat dijaga dengan baik dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi untuk masyarakat setempat,” ujar Edi.

Edi menjelaskan kegiatan penanaman bibit mangrove ini sejalan dengan penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 13 (penanganan perubahan iklim) dan poin 14 (pelestarian ekosistem lautan).

“Kami akan terus berupaya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup agar tetap dinikmati secara berkelanjutan. Dan penanaman bibit mangrove ini termasuk dalam program Tujuan Pembangunan Keberlanjutan,” tutur Edi.

Sekretaris Komunitas Mangrove Dok VIII Jayapura, Charles Toto mengatakan penanaman bibit mangrove yang dilakukan dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama penanaman 1.000 bibit mangrove, kemudian di bulan April akan dilakukan penanaman 2.000 bibit mangrove tambahan.

“Tahap pertama kami tanam 1.000 bibit mangrove di beberapa tempat, dari target keseluruhan 3.000 bibit. Karena di area penanaman merupakan daerah vital yang perlu dijaga, sehingga kolaborasi ini sangat penting dilakukan,” terang Charles.

Tak lupa, Charles mengapresiasi bentuk kepedulian Pertamina atas terlaksananya kegiatan ini. Dan berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh untuk BUMN lainnya di Papua agar dapat menjaga ekosistem laut secara bersama-sama. “Kami berterima kasih kepada Pertamina, karena dalam menjaga alam ini dibutuhkan kolaborasi bersama, sehingga kedepannya diharapkan akan ada lagi kegiatan lainnya bersama BUMN lainnya, karena apa yang dibutuhkan alam itu juga menjadi kebutuhan manusia,“ tandas Charles. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *