14 Juni 2024

Produksi Pertanian Merauke Diharapkan Meningkat di Musim Rendeng

0

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan kabupaten Merauke, Josefa Rumaseuw.

Merauke, PSP – Sektor pertanian di kabupaten Merauke mempunyai potensi yang sangat luas. Kepal Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan kabupaten Merauke, Josefa Rumaseuw mengatakan potensi pertanian Merauke kurang lebih 1,2 juta Hektare yang ada di 22 distrik, 179 kampung dan 11 kelurahan.

Namun dalam perjalanan kurang lebih 3 tahun terakhir ini produksi pertanian Merauke mengalami penurunan. Penurunan ini bukan hanya terkait dengan perubahan iklim, ketersedian bahan baku mulai dari bibit hingga pupuk juga terkendala.

“ Benih padi untuk seluruh dunia itu negara-negara penghasil mereka mempertahankan untuk menjaga ketahanan pangan masing-masing negara dan itu mengakibatkan untuk Indonesia juga kami mengalami penurunan ketersedian benih,” katanya kepada wartawan di kantornya belum lama ini.

Josefa menjelaskan untuk tahun 2022-2023, sasaran luas tanam yang sudah dirapatkan bersama setiap mantri tani, penyuluh dan juga semua Gapoktan di distrik-distrik yang menjadi sentra pangan Merauke seluas 64.000 Hektare.

“ Kami coba di sasaran luas tanam dengan 64.000 hektar dimana di musim rendeng kita ada 37 ribu lebih hektar, kemudian di musim gaduh ada 27 ribu hetare itu untuk tahun 2022-2023,” jelasnya.

Untuk musim gaduh tahun ini, ada sekitar 27 ribu hektare dan sudah tertanam kurang lebih 21 ribu hektar dengan target yang akan dipanen kurang lebih 11 ribu hektare. Yang tidak terpanen disebabkan oleh beberapa wilayah yang mengalami kegagalan tanam yang berakibat kepada kegagalan panen.

 Untuk itu pihaknya mencoba untuk memberikan arahan kepada para Petani untuk menambah sasaran luas tanam sehingga ketika dipanen ada sebagian digunakan untuk dijadikan beras tetapi juga ada sebagai persiapan benih untuk musim rendeng di bulan Oktober ini.

Dirinya juga berharap di musim rendeng tahun ini di bulan November mulai turun hujan sehingga lahan-lahan pertanian yang mengalami kekeringan siap terairi dan petani bisa maksimal dalam mengelola lahanya yang berdampak kepada produksi yang diharapkan meningkatkan. “ Tahun ini juga kita mengalami El Nino, informasi dari BMKG kita mengalami pengurangan pembentukan awan. Sehingga ada di beberapa daerah yang akan terjadi kekurangan hujan, tapi di beberapa daerah lain mengalami kelebihan hujan. Nah untuk saat ini Merauke kekurangan air. Kami berharap di bulan November sudah bisa turun hujan sehingga petani bisa menanam dan bisa memberikan produksi yang sesuai dengan target yang direncanakan bersama-sama,” pungkasnya.[JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *