Pemulung di Merauke Dibahas di Rapat Forum Bakohumas

0
WhatsApp Image 2022-12-13 at 23.56.48

Merauke, PSP – Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Merauke menggelar rapat forum Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) dengan mengangkat tema Pemulung sebagai profesi dan dilematiknya di kabupaten Merauke, Selasa (13/12).

Ketua panitia kegiatan rapat forum Bakohumas, Anggara Okianto mengatakan kegiatan tersebut perlu digelar sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun 2010 tentang pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik dan peraturan menteri komunikasi dan informatika nomor 35 tahun 2014 tentang Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas).

Maksud dari Bakohumas ini adalah untuk menjalin hubungan kerjasama, koordinasi, integrasi dan sinkronisasi sumber daya antar anggota Bakohumas.

“ Sedangkan tujuan dari pelaksanaan Bakohumas ini adalah tersedianya forum kehumasan bagi pemerintah dan instansi non pemerintah sehingga pengelolaan dan penyebaran informasi strategis baik sektoral maupun lintas sektoral terlaksana,” katanya dalam laporannya.

Selain menyangkut kehumasan, rapat forum Bakohumas tersebut juga membahas terkait keberadaan pemulung sebagai profesi dan dilematiknya di kabupaten Merauke dengan menghadirkan beberapa narasumber diantaranya dari Dinas Sosial kabupaten Merauke, Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Merauke, dan Polres Merauke.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Merauke, Suhono Suryo mengatakan kehadiran Bakohumas sangat diperlukan sebagai forum dalam meyebarkan informasi publik kepada masyarakat.

“ Ada dua tujuan, yang pertama tentu adalah bagaimana Bakohumas ini bisa melakukan komunikasi sesuai dengan Undang-Undang bahwa Bakohumas ini haru dibentuk dalam rangka untuk pengembangan informasi publik,” katanya dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut juga yang membahas terakit pemulung dirinya mengapresiasi pemulung-pemulung yang ada di kabupaten Merauke ini sebagai duta kebersihan, selain itu tugas mereka adalah menekan penumpukan sampah.

“ Tugas mereka ini sangat mulia sekali, jadi kita harus memberikan apresiasi buat bapak ibu yang memang setiap harinya mengais sampah untuk membuat sampah itu lebih bernilai dalam rangka mensejahterakan keluarga,” tambahnya.

Untuk itu, pada kesempatan tersebut juga dirinya berharap perlu diadakan sosialisasi dan juga pembinaan kepada pemulung yang ada di Merauke terkait persoalan tempat-tempat yang sampahnya boleh dan tidak boleh diambil.

“ Tidak semua sampah itu bisa diambil, kecuali dia pada tempatnya maka itu bisa digunakan oleh orang lain, dalam forum ini saya berharap juga bagaimana kita memberikan pencerahan sehingga mereka (pemulung) juga mendapatkan sampah, mendapatkan rejeki dari sampah itu secara halal,” pungkasnya.[JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *