Harga Gas Elpiji Non Subsidi Kembali Naik
Kepala Operasional PT. Tunas Digul Indah, Subiyanto
Merauke, PSP – Kenaikan harga elpiji hampir di seluruh Indonesia dan khusus wilayah Maluku dan Papua beberapa bulan terakhir mengalami kenaikan yang cukup tinggi, dan kenaikan harga elpiji ini, tentu karena adanya harga minyak bumi yang mendunia sedang tinggi, sehingga mempengaruhi satuan harga elpiji dibeberapa wilayah secara umum.
Kepala Operasional PT. Tunas Digul Indah, Subiyanto menjelaskan, dengan kenaikan harga elpiji di Indonesia pada umumnya, tentu kami juga bingung untuk penentuan satu harga elpiji, karena upaya pemerintah juga berharap agar bagaimana bisa menarik konsumen pada penggunaan gas elpiji, sehingga kami juga khawatir jangan sampai dengan satuan harga yang ditetapkan ini justru menjauhi konsumen dari elpiji.
“Tetapi kalau konsumen yang menggunakan gas elpiji di kabupaten merauke rata-rata hampir 60%, karena memang dengan kenaikan harga yang menurut konsumen cukup tinggi, maka ada beberapa konsumen yang sudah kembali untuk gunakan minyak tanah, tetapi mau bagaimana karena di Indonesia harga elpiji naik, lalu kalau disini kami tidak naikkan harga kami juga mau untung apa,” kata Subiyanto saat ditemui disela-sela kesibukan, Selasa (22/3/22).
Tambahannya, untuk satuan harga gas elpiji yang terdiri dari beberapa kilo saat ini, khusus yang isi ulang yakni, 50 Kg Rp 1.518.000, 12 Kg Rp 330.000 dan 5,5 Kg Rp 157.000. Namun kalau harga elpiji serta tabung tentu yang 5,5 Kg Rp 438.000, 12 Kg Rp 665.000 dan 50 Kg Rp 2.518.000. Dan memang ada beberapa gas elpiji yang kami titipkan di beberapa toko yang menjadi mitra kami, sehingga kemungkinan harganya beda-beda tipis dengan kami.
“Kenaikan harga elpiji juga ini memang langsung dari pertamina, tetapi harapan kami semoga di waktu-waktu yang akan datang tidak ada kenaikan harga elpiji lagi, karena jika nanti harga elpiji naik, kami sulit dalam menetukan harga, karena di papua pada umumnya masyarakat masih gunakan minyak tanah, dan memang mereka gunakan karena minyak tanah, karena minyak tanah mempunyai harga subsidi,” ujarnya.
Dengan ada kenaikan harga elpiji yang baru ini, minat konsumen dalam membeli gas elpiji di kabupaten merauke menurun, jika di bandingkan dengan penjualan harga elpiji tahun-tahun sebelumnya. Dan dulu satu hari masyarakat bisa ambil 200 tabung gas elpiji, tetapi saat ini hanya sekitar 100 tabung gas elpiji. [RADE-NAL]
