KM MULIA 168 Terbalik Dihantam Ombak

0
Untitled-1

AKP Okto Samosir,SH

Merauke, PSP – Kapal pancing cumi KM MULIA 168 GT 70 dihantam ombak hingga terbalik  dan tenggelam di perairan Arafura, Kabupaten Merauke, Kamis (24/2), sekitar  pukul 21.20 Wit.  Lokasi kecelakaan laut itu di posisi 09°26’000″LS-140°05’000″BT. Akibatnya, dari 18 kru kapal, satu anak buah kapal (ABK) belum ditemukan.

Kapolres Merauke melalui Kasat Polairud, AKP Okto Samosir,SH, yang dikonfirmasi, kemarin membenarkan adanya kejadian tersebut. Belum dapat diketahui penyebab terbaliknya kapal  tersebut, karena masih dalam proses penyelidikan.  Nahkoda dan ABK yang berhasil diselamatkan belum dapat diambil keterangan, lantaran masih dalam keadaan capek.

ABK dan nahkoda yang selamat berjumlah empat orang sudah datang ke kantor Polairud melaporkan kejadian tersebut. Polair tengah juga sedang berkoordinasi dengan instansi teknis lainnya. Perwakilan ABK itu sebelumnya tiba di Kali Kumbe yang dibawa oleh kapal KM.BAHARI JAYA, yang menyelamatkan mereka. Pihaknya akan menggali keterangan dari para ABK maupun nahkoda.

“Jadi ABK yang belum ditemukan ini diketahui bernama Yusup Supriadi,” bebernya, kemarin.

AKP Samosir menerangkan Minggu (6/2) kapal pencari cumi itu bertolak dari Kali Kumbe menuju fishing ground. Kamis (24/2, sekitar pukul 21.20 WIT, kapal berlayar menuju Kali Kumbe. Dalam perjalanan, cuaca di laut buruk. Dimana, ombak besar mencapai 3,5 meter menghantam kapal dari sebelah kiri dan nahkoda memerintahkan semua ABK menggunakan life jaket. Tak lama kemudian, kapal terbalik dan nahkoda memerintahkan semua kru bersatu memegang kapal.

Hanya, karena ombak besar sebagian kru terpisah. Untungnya, tidak begitu lama, berkisar 10 menit, kapal KM.BAHARI JAYA GT 70 datang menolong para kru yang hanyut dan yang masih berpegangan di kapal. Upa mencari ABK yang masih hilang tak dapat dilakukan, sebab ombak besar dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kali Kumbe. Oleh nahkoda KM.MULIA melakukan komunikasi lewat radio ke kapal yang masih berada belakang, soal satu ABK yang belum ditemukan. Dari kejadian itu, Kasatpolairud kembali mengimbau para nelayan untuk selalu waspada dengan cuaca di laut dan mengikuti informasi dari BMKG. [FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *