Diguyur Hujan, Warga Jagebob Kembali ‘Bergulat’ dengan Lumpur

0
Sejumlah warga mencoba mengeluarkan sebuah mobil yang terperangkap akibat jalan rusak dan berlumpur (2)

Sejumlah warga mencoba mengeluarkan sebuah mobil yang terperangkap akibat jalan rusak dan berlumpur. Foto: PSP/FHS

Merauke, PSP – Beberapa pekan terakhir ini curah hujan mengguyur Kabupaten Merauke. Salah satu yang kena dampaknya, warga yang hendak melakukan aktifitas di Distrik Jagebob. Pasalnya, untuk menuju daerah itu, harus melewati sejumlah titik jalan yang rusak bahkan harus bergulat dengan dengan lumpur.

Alif, salah satu warga Kampung Mimi Baru, menyebut ada titik  rusak mulai dari Erom dan yang paling parah saat ini di daerah Agrindo. Di sana, ada satu titik, dimana jalanan sudah rusak berlumpur dan susah dilalui oleh kenderaan. Akibat terus diguyur hujan,  jalanan yang setiap hari dilalui kenderaan dari kota menuju Jagebob, maupun sebaliknya, kondisinya semakin parah.

“Yang di titik ini, kadang kenderaan, khususnya mobil harus antri, karena harus melewati kolam dan harus ditarik. Kalau mobilnya, double gardan, enak saja, tinggal gas. Kalau kayak Avanza atau Innova, harus baku tarik,” ujar pria yang bekerja di kota itu, kemarin.

Menurutnya, bila curah hujan masih tinggi, tidak menutup kemungkinan jalanan yang merupakan akses utama warga Jagebob itu, bisa seperti kubangan kerbau. “Yah, semoga saja cepat ditangani,” katanya penuh harap.

Hal serupa juga disampaikan, seorang sopir angkutan umum, yang kesehariannya melayani rute dari kota ke Jagebob. Melihat kondisi jalan tersebut, para sopir harus memutar otak untuk mengganti ban belakang dengan ban cangkul, dengan harapan tidak tergelincir saat melintas di jalan berlumpur. [FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *