Komunitas Angkot Boven Digoel Minta Pemda Naikan Tarif
koordinator angkot Boven Digoel, Roy Rahman
Tanah Merah PSP – Seiring waktu berjalan pemerintah tidak lagi menghadirkan bahan bakar minyak ( BBM ) jenis premium untuk di gunakan masyarakat dalam menjalan aktifitas masyarakat, namun kini masyarakat di arahkan menggunakan bahan bakar jenis baru Pertalite dan Pertamax.
Alasan bensin beroktan 88, ini akhirnya dihilangkan dari peredaran sejalan dengan rencana Indonesia menuju energi hijau.
Menyikapi hal ini, Koordinator angkot Boven Digoel, Roy Rahman saat di wawancarai menyampaikan adanya penerapan BBM non subsidi saat ini membuat para sopir angkotpun angkat bicara terkait dengan masalah tarif. Untuk itu, kata Roy, pihaknya minta agar pemerintah dapat mengkaji dan menetapkan kenaikan tarif angkot di Boven Digoel.
“Mengingat BBM jenis Pertalite satuan harga perliternya Rp. 7.800 dan Pertamax Rp. 9.800, maka para sopir minta agar tarif angkot di Boven Digoel dapat di naikan, ‘ pinta Roy.
Selaku koordinator angkot Tanah Merah, Ia mengajak seluruh sopir angkot agar bersabar, sembari berupaya untuk bertemu Bupati dan Dinas teknis terkait untuk membicarakan hasil rapat yang dilaksankan antara komunitas angkot tanah merah dengan dirinya selaku koordinator untuk di sikapi pemerintah. Jika permintaan para sopir angkot tidak di tanggapi, langkah terakhir yang di tempuh adalah pihak sopir akan melakukan mogok,hingga ada kesepakatan beesama. “Ya kalau kita melihat saat ini, pemerintah tidak lagi menjula BBM bersubsidi, dan sudah pasti kita membeli BBM sudah harga normal, jadi teman- teman sopir, mereka minta agar pemerintah dapat melihat hal ini ,agar tarif angkutan khusus taxi bisa di naikan tarifnya. Karena pendapatan yang diraih oleh sopir angkot ini tadak sesuai dengan harga BBM yang ada saat ini,” tuturnya saat ditemui di kediamannya belum lama ini. [VER-NAL]
