Di Wanam, Harga Kondom Sempat Melambung
Sekretaris KPA Merauke, Damario Sriyono
Merauke, PSP – Di kampung Wanam Distrik Ilwayab, harga kondom sempat melambung hingga 60 ribu rupiah per buahnya. Hal ini akibat tidak adanya pengawasan dan tidak adanya bantuan dari Komisi Penanggulangan AIDS Merauke.
Sekretaris KPA Merauke, Damario Sriyono saat ditemui dikantornya mengatakan pihaknya bersama dinas terkait telah melakukan langkah-langkah untuk kembali menurunkan harga kondom agar terjangkau oleh masyarakat.
“Yang jadi persoalan sekarang di Wanam, karena jaraknya jauh, susah termonitor. Kami telah lakukan rapat dengan lembaga dan beberapa pihak tekait, ada LSM, KPA, serta Dinas Kesehatan, terkait mahalnya kondom di Wanam. Karena satu pcs sampai 60 ribu rupiah, bagaimana mau menekan HIV/AIDS,” terangnya Selasa (30/11).
Dari hasil komunikasi dengan pihak terkait, Rio menjelaskan Dinas Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran yang diberlakukaan di Wanam. Saat ini menurutnya harga kondom telah kembali normal.
“Ada edaran ditandatangani oleh Kepala Dinas (Kesehatan) dan disepakati oleh beberapa lembaga dan pengelola pantai pijit, ini harganya disamakan. Supaya disana juga harapan kita kondom ini satu pintu. Tidak mereka bikin aturan sendiri,” tambahnya.
Sementara itu, Rio menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tidak lagi memberikan bantuan kondom kepada masyarakat.
“Secara nasional sudah tidak mensuplai, makanya beberapa tahun di Merauke, Kondom mandiri sudah jalan pengadaan sendiri, kalau dulu pendanaan dari KPA,” pungkasnya. [WEND-NAL]
