25 Oktober 2021

Papua Selatan Pos

Berita harian pagi Papua Selatan Pos

Produk Lokal Hasil Pendampingan Gereja, Ramaikan Pameran PON

Stand UKM Mama-Mama Papua Hasil Pendampingan GPI Papua. Foto: PSP/WEND

Merauke, PSP – Gereja Protestan Indonesia di Papua (GPI Papua) Klasis Muting dan Merauke turut meramaikan stand pameran ekonomi kreatif bersama UMKM se-Kabupaten Merauke di area Kantor Bupati Merauke (5-13/10/2021) yang merupakan rangkaian pelaksanaan PON XX Papua.

Terpuruknya sektor ekonomi akibat pandemi Covid-19, menjadi alasan bagi Gereja Prostestan Indonesia di Papua sebagai organisasi gereja terbesar di Merauke untuk turut peduli pada keadaan ekonomi warga gereja yang juga adalah warga masyarakat Merauke. Kepedulian Gereja secara kreatif diwujudkan dalam mendampingi warga gereja, terutama Mama-mama Papua, untuk mengelola hasil alam yang dapat mendukung perekonomian secara arif dan berkelanjutan.

Produk-produk lokal Mama-mama Papua hasil pendampingan Gereja, dengan bangga turut dipamerkan dan dijual bersama produk UMKM se-kabupaten Merauke. Produk lokal yang dipamerkan antara lain: abon kakap dan gastor dari Muting, Virgin Coconut Oil (VCO), minyak kelapa asli, keripik pisang dan kerajinan tangan dari Onggaya.

“Kehadiran stand kelompok usaha yang didampingi gereja, dalam hal ini GPI Papua, menjadi bukti nyata bahwa gereja berperan aktif untuk mendukung PON XX di Papua. Selain itu, gereja juga membuktikan bahwa gereja aktif mendampingi pengembangan ekonomi kreatif pada jemaat-jemaat lokal untuk peningkatan ekonomi masyarakat lokal” ungkap Eli Lilihata, Wakil Ketua 3 Klasis GPI Papua Muting, di Salah Satu Stand UKM, Rabu (13/10).

Pendampingan gereja terhadap usaha Mama-mama Papua ini juga disambut positif oleh masyarakat lokal yang merasakan hasil dari pendampingan ini.

“Potensi alam di kampung kami selalu tersedia hanya saja kami masih belum tahu mengolahnya. Kalaupun kami bisa mengolahnya, kami masih sulit untuk memasarkannya. Kami berterima kasih kepada pihak gereja yang mau mendampingi kami sehingga hasil alam dapat kami olah dan dapat dipasarkan, bahkan dikenal oleh masyarakat melalui kegiatan pameran ini,” ungkap Naomi Ndimar, ketua tim produksi minyak kelapa & VCO dari kampung Onggaya, dalam kesempatan yang sama.

Kegiatan ini telah menyedot perhatian seluruh lapisan masyarakat. Bahkan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjadi pelanggan pertama yang berkunjung di stand produk lokal hasil pendampingan gereja pada hari pertama pembukaan sekaligus memberi semangat kepada pelaku usaha. [WEND-NAL]

error: Content is protected !!