25 September 2021

Papua Selatan Pos

Berita harian pagi Papua Selatan Pos

Terbakar Cemburu, Tega Aniaya Pacarnya

Press Release kasus penganiayaan di Jalan Lampu Satu oleh Kasat Reskrim Polres Merauke, Senin (26/7). Foto: PSP/JON

Merauke, PSP – Kepolisian Resor (Polres) Merauke tangani kasus penganiayaan yang terjadi di Jalan Lampu Satu pada Senin 19 Juli 2021 yang mana korban inisial YIH (26) yang berprofesi sebagai Guru mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh tersangka berinisial RSY (28) berprofesi sebagai pengacara.

“ Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / 313 / VII / 2021 / SPKT / Res Merauke / Polda Papua, tanggal 19 Juli 2021 dimana kejadiannya pada Pada hari senin tanggal 19 Juli 2021 sekitar pukul 05.00 WIT dengan TKP di rumah korban jalan menara lampu satu Kabupaten Merauke,” kata Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M. Hum melalui Kasat Reskrim Polres Merauke AKP Agus F. Pombos, SIK, kepada wartawan, Senin (26/7).

Kasat Reskrim menerangkan bahwa  kasus penganiayaan tersebut didasari atas adanya kecemburuan tersangka kepada korban.

“ Hubungan pelaku dan korban ini pacaran. Kalau dari hasil penyelidikan kita motifnya masih ada hubungan pacaran dan mungkin ada cemburu,” terang Kasat Reskrim kepada wartawan, Senin (26/7).

Kasat Reskrim menjelaskan pada saat kejadian tersangka sudah terlebih dahulu memanta korban yang berada di rumahnya. Setelah mengintip korban, tersangka RSY memanggil keluarganya dan bersama- sama mendatangi rumah korban.

“ Terduga  ini memanjat pohon dan mengintip korban yang berada di rumah lantai dua, kemudian pulang dan memberitahukan kepada keluarganya dan bersama – sama ke rumah korban dan merusak pintu rumah serta membawa alat berupa  sekop dan lain-lain. Kemudian terduga  naik ke lantai dua melakukan tindakan kekerasan terhadap korban dengan cara duduk di paha korban dan menusuk nusuk perut korban yang sedang mengalami sakit perut hingga korban pingsan,” jelasnya.

Setelah melakukan penganiayaan, tersangka dan keluarganya juga mengambil barang-barang yang ada di rumah korban.

“ Kemudian terlapor membawa barang-barang korban tanpa ijin berupa HP, peralatan dapur dan lain sebagainya,” tutur Kasat Reskrim.

Akibat perbuatannya, tersangka RSY diancam dengan pasal pasal primer pasal 365 ayat (2) ke (1) dan ke-(2) subsider pasal 365 ayat (1) KUHP dan atau pasal 310 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan atau penghinaan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun hukuman penjara.[JON-NAL]