25 September 2021

Papua Selatan Pos

Berita harian pagi Papua Selatan Pos

Hampir Saja, Seorang Nenek Jadi Korban Pemerkosaan

Kasat Reskrim Polres Merauke, AKP Agus F. Pombos, SIK

Merauke, PSP – Seorang nenek berusia 62 tahun di Merauke bernama Rohani hampir saja menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) saat  melakukan karantina  di salah satu hotel yang dijadikan tempat karantina pasien Covid-19 di Merauke.

Kasat Reskrim Polres Merauke AKP Agus F. Pombos menerangkan, percobaan pemerkosaan tersebut bermula pada Sabtu 24 Juli 2021 sekitar pukul 05.00 Wit. Nenek Rohani tengah tertidur dan tiba-tiba terbangun dan melihat ada orang tak dikenal masuk ke kamarnya dan mencoba melakukan pemerkosaan terhadap Nenek Rohani.

“ Pelapor mendapat telepon dari korban dan menyampaikan bahwa ada laki-laki masuk dalam kamar mau perkosa saya dan pelaku menutup mulut korban dengan satu tangan serta tangan yang satu di gunakan untuk memukul korban sekitar 7 sampai 10 kali mengenai wajah korban, setelah itu korban berteriak meminta tolong, akhirnya pelaku melarikan diri, akibat kejadian tersebut korban mengalami luka lebam/memar di bagian wajah  selanjutnya pelapor/ korban datang melapor di SPKT Polres Merauke  untuk di proses sesuai dengan Hukum yang berlaku,” terangnya.

Kasat Reskrim mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan laporan tersebut dan telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“ Untuk yang di Ermasu sudah kita terima laporannya, kemudian dari penyidik sudah langsung saya arahkan untuk laksanakan olah TKP,” kata Kasat Reskrim kepada Wartawan, Senin (26/7).

Kasat Reskrim menjelaskan, dari hasil olah TKP tersebut didapatkan ciri-ciri pelaku percobaan pemerkosaan terhadap nenek Rohani tersebut.

“ Setelah kita laksanakan olah TKP, memang disitu kita sudah mendapatkan ciri-ciri tersangka. Mudah-mudahan masyarakat Merauke dapat membantu kita untuk bisa sama-sama mengidentifikasi. Pelakunya kemungkinan orang luar dan dia sudah sangat mengetahui tempat tersebut,” ujar Kasat.

Agus menuturkan, penyelidikan atas kasus tersebut terkendala dengan tidak adanya bukti CCTV hotel sehingga proses identifikasi pelaku terkendala.

“ Permasalahan di Hotel Ermasu itu ada CCTV tapi CCTV rusak, kita tidak tau itu karena disengaja kah atau memang tidak peduli dengan keamanan,” pungkasnya.[JON-NAL]