27 Juli 2021

Papua Selatan Pos

Berita harian pagi Papua Selatan Pos

Majinur: PR Besar Saya Perbaiki SDM Pegawai

Kepala Bapenda Merauke, Majinur

Merauke, PSP – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Merauke, Majinur mengatakan bahwa diawal masa jabatannya, ia memiliki tugas besar untuk melakukan perbaikan di internal tubuh instansi yang dipimpinya, diantaranya melakukan penguatan terhadap kapabiltas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.

“Jadi saya kira PR terbesar saya yang pertama intenfikasi kedalam, itu harus sumber daya manusianya. Kedua, pegawai disini harus punya komitmen mau belajar. Jadi harus ada in hose training paling tidak Bimtek, untuk peningkatan kapasitas building mereka,” terangnya di ruang kerjanya belum lama ini.

Majinur mengaku bahwa ia tidak akan bisa melakukan upaya apapun untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Merauke, apabila kondisi SDM diinternalnya tidak beres.

“Jadi kayaknya saya sudah tidak berfikir untuk bagaimana strategi (meningkatkan pendapatan). Tetapi bagaimana memperbaiki (kinerja diinternalnya),” ujarnya.

Ia juga mengatu telah menghadap Bupati dan mendapatkan beberapa arahan terkait beberapa langkah yang seyogianya ia ambil.  “Kita dengan pak Bupati, arahan beliau ada dua, pertama belaiu memberikan kami waktu untuk berbicara dari hati-kehati untuk mencari jalan keluar. Yang kedua, pak bupati meminta kami untuk putuskan memakai satu sistim atau dua sistim yang ada. karena saya masuk, disini ada 3 sistim jalan,” tambahnya.

Lebih jau ia menyebutkan persoalan yang terjadi diinternalnya, yaitu penempatan orang yang tidak sesuai dengan bidannya. Sehingga, menghambat kinerja pelayanan kepada masyarakat.  “Saya bilang ada salah penempatan orang. orang sarjana hukum ditaruh disitu, orang yang bukan besik pembukuan ditaruh disitu, ya hancur. Dia tidak punya ketelatenan untuk melihat satu persatu,” sebutnya. Selain itu, ia mengatakan bahwa sebagian besar pegawai yang ditugaskan pada jabatan tertentu tidak dibekali dengan pelatihan khusus sesuai bidangnya.  “Ngak ada pelatihan, jadi mereka sampaikan bahwa mereka tidak pernah dibina dan dikasih tahu. Jadi ditaruh dibendahara, ko jalan sendiri,” pungkasnya. [WEND-NAL]